Kolaborasi ULM-BPDP Perkuat Pendidikan, Riset, dan Kebijakan Sawit Nasional

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menggelar kegiatan bertema penguatan SDM, riset, dan kebijakan sawit di Banjarbaru. Acara ini dihadiri mahasiswa penerima beasiswa, civitas akademika, serta menghadirkan pembicara dari jajaran BPDP.

BERITA

Arsad Ddin

2 Oktober 2025
Bagikan :

ULM bersama BPDP menggelar kegiatan “Dukungan Dana Sawit dalam Pengembangan Industri Sawit Nasional” di Aula Supardi, Fakultas Pertanian ULM, Banjarbaru, Rabu (1/10/2025). (Foto: Dok. ULM)

Banjarbaru, HAISAWIT - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, riset, serta kebijakan industri sawit. Acara berlangsung di Aula Supardi, Fakultas Pertanian ULM, Rabu (1/10/2025).

Kegiatan bertajuk “Dukungan Dana Sawit dalam Pengembangan Industri Sawit Nasional” ini dihadiri puluhan mahasiswa penerima beasiswa dan civitas akademika. Dua pembicara hadir langsung, yaitu Mohammad Alfansyah dan Arfie Thahar dari BPDPKS.

Dalam sambutannya, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDPKS Mohammad Alfansyah menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Universitas Lambung Mangkurat. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun masa depan industri sawit.

“Kami senang dapat hadir di tengah mahasiswa ULM. Tahun ini ada 59 mahasiswa baru penerima beasiswa sawit. BPDP tidak hanya menyalurkan dana untuk beasiswa yang mencakup UKT, uang saku, biaya magang, hingga seragam, tetapi juga mendukung riset, lomba, dan pelatihan yang relevan dengan pengembangan SDM di industri sawit. Kami berharap generasi muda ini menjadi inovator dan pemimpin di sektor perkebunan sawit,” ujar Alfansyah, dikutip dari laman ULM, Kamis (2/10/2025).

Ia menambahkan perlunya keterlibatan anak muda dalam menghadirkan inovasi di perkebunan. Alfansyah mencontohkan kondisi petani di sektor padi yang sebagian besar berusia lanjut agar tidak terulang pada sawit.

“Kita tidak ingin kondisi seperti di sektor pertanian padi terulang di sawit, di mana sebagian besar petaninya sudah berusia lanjut. Anak muda harus siap turun ke kebun dan membawa inovasi baru,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum ULM, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, turut menyampaikan rasa bangga atas dukungan BPDPKS. Ia menyebut program beasiswa sawit di ULM menjadi tonggak baru bagi pengembangan pendidikan di kampus tersebut.

“Ini adalah beasiswa sawit pertama yang diterima ULM, khususnya di Program Studi Agroekoteknologi. Meski Kalimantan Selatan memiliki lahan sawit relatif kecil, kami menjadi yang pertama menerapkan dan mengujicoba Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) yang kini telah menjadi kebijakan daerah. Kami berharap kepercayaan ini terus berlanjut untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan riset sawit nasional,” ungkap Arief.

Selain dukungan beasiswa, kerja sama dengan BPDPKS juga membuka ruang riset dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan seperti lomba dan program magang didorong untuk memperkuat pengalaman mahasiswa di lapangan.

ULM sendiri dalam beberapa tahun terakhir mencatat sejumlah capaian penting. Tercatat sebanyak 50 program studi telah terakreditasi Unggul, kampus ini juga masuk 15 besar universitas terbaik di Indonesia versi AD Scientific Index 2025.***

Bagikan :

Artikel Lainnya