Sulawesi Tengah Siap Wujudkan Visi Sebagai Poros Sawit Indonesia

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong percepatan digitalisasi di sektor sawit sebagai langkah strategis membangun poros industri berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting agar Sulawesi Tengah mampu menempati posisi sentral dalam peta sawit nasional.

BERITA

Arsad Ddin

23 Oktober 2025
Bagikan :

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulawesi menggelar Celebes Forum I Tahun 2025 di Hotel BW Coco, Palu, Rabu (22/10/2025). (Foto: PPID/Ro Adpim)

Palu, HAISAWIT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai digitalisasi menjadi langkah penting dalam memperkuat industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Upaya ini disampaikan pada pembukaan acara Celebes Forum I Tahun 2025 yang digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulawesi di Hotel BW Coco, Rabu (22/10/2025).

Dalam forum tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahruddin, S.Sos., M.Si menekankan pentingnya transformasi digital di sektor perkebunan sawit agar rantai pasok lebih efisien dan transparan.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dengan sinergitas antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, Sulawesi Tengah bisa menjadi poros sawit berkelanjutan di Indonesia,” ujar Fahruddin, dikutip dari laman rri.co.id, Kamis (23/10/2025).

Ia menambahkan, dukungan teknologi seperti Internet of Things (IoT), blockchain, dan sistem informasi geospasial mampu meningkatkan daya saing produk sawit nasional di pasar global.

Sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah diketahui memiliki perkebunan kelapa sawit skala besar, terutama di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi sentra ekonomi baru berbasis perkebunan rakyat dan perusahaan.

“Pemandangan indah kelapa sawit terbentang sepanjang perjalanan ke Morowali,” ungkap Fahruddin menggambarkan potensi besar daerah itu.

Ketua GAPKI Cabang Sulawesi Dony Yoga Perdana mengatakan, Celebes Forum menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri sawit untuk memperkuat sinergi antar sektor.

“Semoga bapak ibu lebih dekat dengan isu-isu kelapa sawit termasuk mendorong sinergitas dalam menumbuhkan industri sawit sebagai penopang ekonomi nasional dan daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menjelaskan bahwa industri kelapa sawit memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja dan menjadi penyumbang devisa terbesar di luar sektor migas.

“Ini industri yang berkelanjutan dan menyerap tenaga kerja jadi tolong daerah mensupport industri ini,” ucap Eddy dalam sambutannya.

Dalam forum tersebut juga dibahas empat isu utama yang tengah dihadapi industri sawit nasional, yakni penerapan digitalisasi, sistem sertifikasi, regulasi dan tata kelola, serta peran pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan industri sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya