
Tim Ekspedisi Patriot UNDIP mengkaji potensi padi dan sawit di Rawa Pitu, termasuk peluang investasi dan strategi pengembangan brand lokal beras Rawa Pitu untuk meningkatkan daya saing produk petani. (Foto: Dok. UNDIP)
Tulang Bawang, HAISAWIT - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan riset lapangan di Kawasan Transmigrasi Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, untuk mengkaji potensi pertanian padi dan perkebunan sawit yang menjadi unggulan di wilayah ini.
Hasil pemetaan menunjukkan lahan sawah di Rawa Pitu mampu menghasilkan 5 – 6 ton padi per hektar setiap musim panen. Perkebunan sawit juga mencakup ratusan hektar, namun pemanfaatannya masih terbatas dan belum memberikan nilai ekonomi optimal.
Dikutip dari laman UNDIP, Sabtu (27/9/2025), total produksi gabah di kawasan ini mencapai puluhan ribu ton per tahun. Tim menemukan sejumlah kendala, seperti sengketa lahan, jalan yang rusak, irigasi yang belum terkelola dengan baik, serta alat di RNP yang hilang sehingga pengeringan dan penggilingan padi terganggu.
Belum adanya brand khusus untuk beras Rawa Pitu membuat petani menjual gabah tanpa nilai tambah. Harga yang diterima petani juga masih di bawah standar Bulog. Kondisi ini berdampak pada margin keuntungan, sementara komoditas sawit belum tergarap sepenuhnya.
Tim UNDIP melakukan pertemuan dengan kepala kampung dan gabungan kelompok tani untuk mengumpulkan data. Kuesioner penelitian juga disebarkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait masalah dan potensi pertanian serta perkebunan.
Kementerian Transmigrasi menyatakan pentingnya pengelolaan Rawa Pitu secara terpadu agar wilayah ini bisa mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama. Kerusakan jalan meningkatkan biaya transportasi gabah dan sawit, sehingga distribusi ke pasar menjadi lambat. Perbaikan jalan dipandang krusial untuk menekan biaya dan memperluas akses pasar bagi petani.
Tim UNDIP menyusun desain pengembangan ekonomi dan business plan untuk brand beras Rawa Pitu. Rencana ini bertujuan menambah nilai jual produk lokal di tingkat regional maupun nasional. Selain itu, tim mengidentifikasi potensi investasi untuk memaksimalkan hasil dari sawit dan padi secara terpadu.
Kegiatan Tim UNDIP di Rawa Pitu juga mendata peluang pengembangan berkelanjutan, termasuk praktik pertanian yang mendukung kesejahteraan petani. Semua data dikumpulkan untuk memberikan gambaran nyata kondisi lapangan, tanpa menambahkan opini subjektif.
Tim UNDIP yang melakukan riset ini terdiri dari Albertus Fajar Irawan, S.P., M.Agr., Ph.D., Fitri Aulia Zahrani Rosadi, S.K.M., Zullaekah, S.P., Syahrul Mubarok, dan Thomas Adika Pratama. Hasil temuan ini menjadi dasar bagi pihak terkait untuk mempertimbangkan strategi pengembangan sawit dan padi di Rawa Pitu.***