Kemenkop Dukung Hilirisasi Sawit dengan Pembangunan Pabrik CPO Koperasi

Kementerian Koperasi dan UKM mendorong lahirnya hilirisasi sawit berbasis koperasi dengan membangun pabrik CPO di Kabupaten Kotawaringin Barat. Melalui Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya, langkah ini melibatkan ribuan hektare lahan sawit rakyat yang dikelola tujuh koperasi primer.

BERITA

Arsad Ddin

9 Oktober 2025
Bagikan :

Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui hilirisasi komoditas sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (27/9/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)

Kobar, HAISAWIT - Kementerian Koperasi dan UKM mendorong hilirisasi sawit melalui pembangunan pabrik CPO berbasis koperasi. Upaya ini dilakukan lewat Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya (KSMJ) yang terbentuk dari tujuh koperasi primer dengan total lahan 6.000 hektare.

Dorongan ini disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui hilirisasi komoditas unggulan, yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (27/9/2025).

Deputi Pengembangan Usaha Koperasi yang diwakili Asisten Deputi Pengembangan Produksi, Elviandi, menekankan perlunya peningkatan kapasitas pengurus koperasi dalam mendukung pengembangan usaha sawit.

"Penguatan kapasitas pengurus Kopdes Merah Putih menjadi prioritas. Langkah ini didukung dengan kehadiran Pendamping Usaha (Business Assistant) untuk seluruh Kopdes Merah Putih, khususnya yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat," ujar Elviandi, dikutip dari laman Kemenkop, Kamis (9/10/2025).

Selain penguatan kapasitas, Kemenkop juga menyorong pentingnya akses pembiayaan. Menurut Elviandi, rencana bisnis yang sesuai potensi desa akan mempermudah koperasi memperoleh dukungan dari lembaga pembiayaan.

"Kemudian, semua pihak seperti LPDB, Agriterra, pemerintah kabupaten dapat terus mendorong KSMJ untuk menjadi salah satu piloting program hilirisasi berbasis kelapa sawit," ungkapnya.

Standarisasi produk sawit juga masuk dalam agenda pembahasan. Langkah ini dinilai penting agar produk koperasi siap bersaing dengan kualitas terjamin di pasar yang lebih luas.

"Ini semua sebagai upaya untuk mendorong perkembangan usaha Kopdes Merah Putih melalui hilirisasi komoditas unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah," jelas Elviandi.

Kegiatan Bimtek tersebut diikuti secara luring oleh 60 Kopdes Merah Putih bersama Koperasi Sekunder KSMJ beserta tujuh koperasi primernya. Sementara itu, lebih dari 40 Kopdes Merah Putih mengikuti secara daring.

Elviandi menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman pengurus dan anggota Kopdes Merah Putih dalam mengidentifikasi peluang hilirisasi di daerah.

"Pelaksanaan kegiatan ini juga diharapkan dapat menentukan piloting dalam mendorong program Hilirisasi Komoditas unggulan di Kopdes Merah Putih," ujarnya.

Selain sawit, Kementerian Koperasi juga membuka peluang bagi komoditas lain yang potensial dikembangkan melalui Kopdes Merah Putih.

"Selain itu, terdapat pula potensi komoditas lainnya yang bisa dikembangkan melalui Kopdes Merah Putih," pungkas Elviandi.***

Bagikan :

Artikel Lainnya