BPDP Gaungkan Pengarusutamaan Gender di Sektor Perkebunan Lewat Sosialisasi Beasiswa Sawit di NTT

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggencarkan pengarusutamaan gender di sektor perkebunan melalui sosialisasi Beasiswa Sawit di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini membuka peluang pendidikan setara bagi perempuan dan laki-laki agar dapat berperan aktif dalam pembangunan SDM perkebunan nasional.

BERITA

Arsad Ddin

3 November 2025
Bagikan :

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Sosialisasi Beasiswa Sawit di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/10/2025). (Foto: BPDP)

Manggarai Barat, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggencarkan pengarusutamaan gender di sektor perkebunan melalui kegiatan sosialisasi Beasiswa Sawit. Program ini menekankan kesetaraan akses pendidikan bagi perempuan dan laki-laki di bidang perkebunan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi BPDP memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia, khususnya dari wilayah timur. Sosialisasi digelar di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/10/2025).

Acara dibuka oleh Plh. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, bersama Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng. Keduanya mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan melalui jalur pendidikan formal.

Dikutip dari laman BPDP, Senin (3/11/2025), kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 tentang pengelolaan dana pengembangan perkebunan, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui program tersebut, BPDP membuka peluang bagi anak muda NTT melanjutkan pendidikan tinggi di bidang perkebunan. Program ini mendorong generasi muda agar mampu berperan dalam pembangunan sektor strategis nasional.

Sejak diluncurkan, Program Beasiswa Sawit telah memberi kesempatan kepada lebih dari 9.000 mahasiswa di berbagai daerah. Tahun 2025, BPDP menargetkan 4.000 penerima baru dengan kurikulum yang mencakup teknis sawit, manajemen, dan kepemimpinan.

Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, Rangga Rahmananda dari Divisi Pengembangan SDM BPDP dan Sri Gunawan dari AKPY–STIPER Yogyakarta, yang menjelaskan mekanisme pendaftaran serta manfaat pendidikan tinggi bagi peserta.

Kegiatan ini turut melibatkan Tim Pengarusutamaan Gender (PUG) BPDP. Melalui peran tim tersebut, BPDP menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam memperkuat peran SDM sektor perkebunan di masa depan.

Data BPDP mencatat sekitar 15–20 persen tenaga kerja panen sawit nasional berasal dari NTT. Angka ini menjadi dasar pengembangan program pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pemberdayaan.

Dengan langkah ini, BPDP membuka peluang lebih besar bagi generasi muda NTT untuk berkembang di dunia perkebunan, tidak hanya sebagai pekerja lapangan, tetapi juga calon ahli, peneliti, dan pengambil kebijakan nasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya