Ini Alasan Produktivitas Sawit Mampu Mengungguli Empat Sumber Minyak Nabati Utama Dunia

Sawit mampu menghasilkan minyak dalam jumlah besar dengan kebutuhan lahan kecil, menjadikannya komoditas paling efisien di antara empat minyak nabati utama dunia. Berbagai studi menunjukkan keunggulan sawit pada produktivitas, emisi rendah, dan kadar polusi yang lebih kecil dibanding sumber minyak lainnya.

ARTIKEL

Arsad Ddin

28 November 2025
Bagikan :

Ilustrasi Perkebunan Sawit (Foto: HaiSawit/Arsad Ddin)

Jakarta, HAI SAWIT – Produktivitas sawit disebut paling tinggi di antara berbagai sumber minyak nabati yang beredar di pasar global. Keunggulan tersebut didorong efisiensi lahan serta volume produksi minyak yang jauh lebih besar dibanding komoditas lain.

PASPI mencatat minyak sawit memiliki produktivitas delapan hingga 10 kali lebih tinggi dibanding minyak nabati dari kedelai, rapeseed, maupun bunga matahari. Kombinasi produktivitas sawit dan efisiensi lahan itu menjadi alasan dominasi komoditas ini di pasar dunia.

Dilansir dari laman BPDP, Jumat (28/11/2025), studi PASPI dan PASPI Monitor menunjukkan minyak sawit menghasilkan 3,36 ton per hektare, sementara minyak bunga matahari hanya 0,78 ton, rapeseed 0,74 ton, dan kedelai 0,47 ton per hektare.

Data tersebut menggambarkan perbedaan signifikan dalam produksi minyak nabati, terutama dari sisi penggunaan lahan. Sawit membutuhkan sekitar 0,2 hektare untuk menghasilkan satu ton minyak, jauh lebih efisien dibanding komoditas lain.

Keunggulan produktivitas sawit juga berkaitan dengan struktur tanaman yang mampu menghasilkan tandan buah segar dalam jumlah besar sepanjang tahun. Hal ini membuat suplai minyak nabati berbasis sawit lebih stabil.

Studi yang dirilis PASPI juga menunjukkan cadangan karbon pada perkebunan sawit mencapai 16,12 hingga 74,7 ton C per hektare. Angka tersebut berada di atas cadangan karbon rata-rata hutan di Perancis.

Kemampuan menyerap karbon tersebut turut memperkuat analisis bahwa sawit berperan sebagai vegetasi dengan potensi penyimpanan karbon cukup tinggi. Kondisi itu muncul seiring bertambahnya usia tanaman sawit yang membentuk biomassa lebih besar.

Pada sisi polusi, data FAO menyebut setiap ton minyak sawit menghasilkan polutan nitrogen sebesar 5 kilogram serta fosfor 2 kilogram. Volume itu masih di bawah minyak rapeseed dan kedelai.

Produksi sawit juga menghasilkan pestisida dalam jumlah 0,4 kilogram per ton minyak. Angka ini dinilai lebih kecil dibanding komoditas minyak nabati lain yang membutuhkan perlakuan lebih intensif.

Kombinasi efisiensi lahan, produktivitas sawit, rendahnya emisi, dan kebutuhan polutan yang lebih kecil membuat komoditas ini tetap berada pada posisi penting dalam pasar minyak nabati global.

Data yang disampaikan berbagai lembaga menunjukkan struktur produktivitas sawit memiliki karakteristik unik dibanding minyak nabati lain. Fakta tersebut menegaskan bagaimana perbedaan teknis antar komoditas memengaruhi pola produksi minyak dunia.

Rangkaian data dan analisis mengenai keunggulan sawit dalam produksi minyak nabati dapat ditemukan dalam publikasi BPDPKS. Ulasan lengkap tersedia di laman BPDP, selengkapnya disini.***

Bagikan :

Artikel Lainnya