Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Periode Akhir Tahun Meningkat, Berikut Daftarnya

Harga kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Riau mengalami kenaikan pada periode akhir tahun 2025–2026, dengan perubahan harga dipengaruhi oleh pergerakan harga kernel dan cangkang serta penyesuaian indeks K.

BERITA

Arsad Ddin

26 Desember 2025
Bagikan :

Ilustrasi TBS Sawit - HaiSawit/Arsad Ddin

Pekanbaru, HAI SAWIT - Harga kelapa sawit untuk mitra plasma di Provinsi Riau mengalami peningkatan jelang akhir tahun. Kenaikan ini berlaku untuk periode 24 Desember 2025 hingga 13 Januari 2026, mengikuti kajian terbaru dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim penetapan harga telah menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit mitra plasma dengan menggunakan tabel rendemen harga terbaru. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun, mencapai Rp 3.516,32 per kilogram.

Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan, Defris Hatmaja, menyebutkan harga cangkang, indeks K, dan dinamika harga CPO serta kernel yang berlaku saat ini.

“Dengan harga cangkang berlaku untuk satu bulan kedepan dengan harga sebesar Rp 20,29/Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah indeks K untuk 1 bulan ke depan yaitu 93,37 persen harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp 36,84 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp 258,23 dari minggu lalu,” ujar Defris, dikutip dari laman Mediacenter Riau, Jumat (26/12/2025).

Penetapan harga ini mengikuti Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018, Pasal 8, yang mengatur penggunaan harga rata-rata tim apabila beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) tidak melakukan penjualan. Harga rata-rata CPO dan kernel dari KPBN menjadi acuan dalam validasi kedua.

Harga rata-rata CPO KPBN periode ini mencapai Rp 14.188,40 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN sebesar Rp 11.275,00 per kilogram. Penyesuaian harga tersebut menjadi dasar bagi PKS yang belum melakukan transaksi.

Defris menambahkan, kenaikan harga TBS mitra plasma periode ini karena adanya perubahan harga kernel.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh timuntuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebihdisebabkan karena faktor naiknya harga kernel,” kata Defris.

Proses penetapan harga juga menekankan perbaikan tata kelola agar sesuai regulasi dan adil bagi kedua belah pihak yang bermitra, yakni petani plasma dan PKS.

Defris mengatakan dukungan pemerintah dan lembaga terkait memastikan tata kelola harga lebih adil bagi petani.

“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Berikut daftar harga TBS kelapa sawit mitra plasma Provinsi Riau periode 24 Desember 2025–13 Januari 2026:

  • Umur 3 Th (Rp 2.704,45);
  • Umur 4 Th (Rp 3.071,23);
  • Umur 5 Th (Rp 3.256,66);
  • Umur 6 Th (Rp 3.399,34);
  • Umur 7 Th (Rp 3.471,88);
  • Umur 8 Th (Rp 3.512,96);
  • Umur 9 Th (Rp 3.516,32);
  • Umur 10-20 Th (Rp 3.496,91);
  • Umur 21 Th (Rp 3.441,16);
  • Umur 22 Th (Rp 3.387,51);
  • Umur 23 Th (Rp 3.330,43);
  • Umur 24 Th (Rp 3.267,77);
  • Umur 25 Th (Rp 3.197,42);

Penetapan harga TBS ini berlaku selama tiga minggu ke depan dan menjadi acuan bagi seluruh PKS serta petani mitra plasma di Provinsi Riau untuk periode tersebut.***

Bagikan :

Artikel Lainnya