
Aktivitas pembukaan kebun sawit rakyat skala kecil oleh warga di wilayah Aceh Barat. (Foto: rri.co.id)
Meulaboh, HAI SAWIT - Perkebunan kelapa sawit milik warga menjadi tumpuan ekonomi desa di Kabupaten Aceh Barat, dikelola skala kecil satu hingga dua hektare, memberi pendapatan serta pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Usaha sawit rakyat di wilayah ini dinilai tetap memberikan dampak ekonomi nyata, terutama saat harga tandan buah segar berada pada kondisi stabil dan pengelolaan kebun dilakukan secara baik.
Pelaku usaha perkebunan sawit rakyat di Aceh Barat, Yusmadi, menilai stabilitas harga tandan buah segar menjadi faktor penting yang memengaruhi tingkat keuntungan kebun sawit skala kecil.
“Selama harga TBS masih stabil, usaha kebun sawit rakyat tetap menguntungkan, meskipun luas lahannya tidak terlalu besar,” ujar Yusmadi, dikutip dari laman rri.co.id, Minggu (28/12/2025).
Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil di pasar dunia dinilai masih bertahan dan belum menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga usaha kebun rakyat tetap berjalan stabil.
Perkembangan perkebunan sawit rakyat di Aceh Barat mengalami peningkatan, ditandai pembukaan kebun baru berskala kecil serta kegiatan peremajaan kebun lama guna menjaga produktivitas tanaman sawit.
Sektor perkebunan sawit rakyat juga berperan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, mencakup kegiatan perawatan kebun, pemanenan buah, hingga aktivitas pendukung lainnya di tingkat desa.
Dalam keterangannya, Yusmadi mengungkapkan perlunya pendampingan pemerintah daerah melalui penyuluhan, akses bibit unggul, serta stabilitas harga guna menjaga peran sawit rakyat sebagai penopang ekonomi Aceh Barat.***