Brida Kaltim Apresiasi Karya Pelajar yang Kembangkan Inovasi Pemanfaatan Limbah Sawit

Brida Kalimantan Timur memberikan apresiasi kepada pelajar yang menghasilkan inovasi pemanfaatan limbah sawit pada ajang penganugerahan riset dan inovasi 2025. Penghargaan ini menampilkan sejumlah karya berbasis limbah sawit yang dinilai mampu memberi kontribusi pada pengembangan solusi lingkungan dan peningkatan kualitas riset pelajar di daerah.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

12 Desember 2025
Bagikan :

Penganugerahan Karya Riset dan Inovasi Tahun 2025 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (10/12/2025). (Foto:  Diskominfo Kaltim).

Samarinda, HAI SAWIT – Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Timur (Brida Kaltim) mengapresiasi karya pelajar yang mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah sawit pada Penganugerahan Karya Riset dan Inovasi 2025 di Samarinda, Selasa (10/12/2025).

Acara berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, dan menghadirkan peserta dari berbagai kabupaten serta kota. Kegiatan ini memuat sejumlah kategori lomba, termasuk inovasi pelajar berbasis limbah sawit.

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad, menekankan peran inovasi sebagai pendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Penghargaan ini memacu perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan prima yang sesuai prinsip good government,” ujar Ujang Rachmad, dikutip dari laman Pemprov Kaltim, Jumat (12/12/2025).

Brida Kaltim mencatat sejumlah karya pelajar yang menampilkan pemanfaatan limbah sawit, di antaranya teknologi penjernih air berbasis limbah sawit serta paving berpori berkelanjutan dari abu cangkang sawit. Karya tersebut masuk dalam daftar terbaik tingkat SMA.

Selain kategori pelajar, acara ini juga menghadirkan penghargaan bagi perangkat daerah provinsi dan kabupaten atau kota. Tercatat 25 inovasi dari perangkat daerah provinsi dan 38 inovasi dari perangkat daerah kabupaten atau kota turut dinilai.

Dalam sesi lain, Ujang Rachmad membahas tantangan inovasi di tengah tuntutan pelayanan publik yang cepat dan tepat, termasuk peran digitalisasi sebagai pendukung peningkatan layanan pemerintah.

“Tindakan yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan membentuk karakter. Kreativitas lahir dari kolaborasi,” katanya.

Ia juga menyinggung perlunya aparatur sipil negara mengembangkan keterbukaan terhadap ide baru serta memperkuat kolaborasi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Sederet inovasi pelajar berbasis sawit mendapat perhatian tersendiri karena menawarkan solusi praktis atas isu lingkungan. Karya penjernih air dan material bangunan ramah lingkungan menjadi contoh kontribusi generasi muda dalam riset terapan.

Pemenang kategori pelajar mencakup tim dari berbagai sekolah di Balikpapan, Bontang, dan Samarinda. Salah satu karya terbaik terkait sawit adalah teknologi penjernih air berbasis limbah sawit dan Internet of Things.

Acara penganugerahan ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada peserta yang terpilih sebagai pemenang. Rangkaian kegiatan Brida Kaltim tersebut sekaligus memperkuat ekosistem riset daerah.

Brida Kaltim menetapkan total enam pemenang dalam kategori karya riset pelajar tingkat SMA atau sederajat. Daftar pemenang memuat judul penelitian dari berbagai bidang, termasuk inovasi yang memanfaatkan limbah sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya