Disnakertrans NTB Kirim Puluhan Tenaga Kerja ke Kebun Sawit Kalimantan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB memberangkatkan 31 tenaga kerja menuju perkebunan sawit di Kalimantan melalui program resmi. Langkah ini bertujuan menjawab kebutuhan lapangan kerja sekaligus memastikan perlindungan keamanan bagi para peserta.

BERITA

Arsad Ddin

4 Februari 2026
Bagikan :

Pembekalan resmi tenaga kerja sawit asal NTB sebelum berangkat ke Kalimantan. (Foto: Disnakertrans.ProvNtb)

Nusa Tenggara Barat, HAISAWIT – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melepas 31 orang tenaga kerja sektor perkebunan kelapa sawit menuju Kalimantan pada Senin (02/02/2026).

Puluhan tenaga kerja ini mengikuti program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) guna mengisi posisi di tiga perusahaan besar setelah menjalani proses seleksi dan orientasi di Aula Disnakertrans.

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., memberikan arahan mengenai pentingnya memilih jalur penempatan resmi agar setiap warga mendapatkan jaminan keamanan selama bekerja di luar pulau.

“Bekerja di daerah lain adalah ikhtiar untuk menjemput rezeki. Selama itu dilakukan secara resmi, terdata, dan difasilitasi pemerintah, maka aspek keamanan dan perlindungan tenaga kerja bisa kita pastikan,” ujar Aidy Furqan, dikutip dari laman Disnakertrans.ProvNtb, Rabu (04/02/2026).

Data resmi menunjukkan sebanyak 18 orang akan bergabung dengan PT Agro Abadi Cemerlang, sementara 11 orang lainnya ditempatkan pada PT Sepanjang Inti Surya Mulia di wilayah Kalimantan.

Dua orang sisanya mengisi posisi di PT Sawit Mitra Abadi sebagai bagian dari koordinasi lintas wilayah yang bertujuan memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat di tingkat provinsi.

Pihak pemerintah daerah menyediakan fasilitas pembekalan sebelum keberangkatan untuk memastikan setiap individu memahami hak dan kewajiban sesuai kontrak kerja yang berlaku di industri kelapa sawit saat ini.

“Ketika sudah memutuskan bekerja, maka tanggung jawab harus dijaga. Jaga disiplin, jaga kinerja, dan yang paling penting jaga nama baik daerah. Citra tenaga kerja NTB selama ini baik karena bekerja sungguh-sungguh dan tidak banyak menuntut,” tegas Aidy Furqan.

Sepanjang tahun 2025, tercatat hampir 1.180 tenaga kerja program AKAD asal wilayah ini telah menempati berbagai posisi strategis pada sektor perkebunan kelapa sawit di daratan Pulau Kalimantan.

Sektor perkebunan ini menawarkan skema kesejahteraan berupa upah minimum sekitar Rp4 juta per bulan bagi para pekerja baru yang berangkat melalui jalur kemitraan resmi pemerintah pusat dan daerah.

Berikut adalah poin-poin utama penempatan tenaga kerja NTB ke sektor sawit:

  • Penempatan dilakukan di tiga perusahaan kelapa sawit berbeda.
  • Peserta mendapatkan fasilitas tempat tinggal dari perusahaan penerima.
  • Tersedia jaminan perlindungan kerja serta jaminan sosial ketenagakerjaan.
  • Proses rekrutmen bersifat transparan dan terdaftar dalam basis data pemerintah.

Upaya ini menjadi jawaban atas tingginya permintaan tenaga kerja di sektor komoditas unggulan nasional, mengingat kelapa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian Indonesia di pasar global.

Kegiatan orientasi pra pemberangkatan tersebut diakhiri dengan doa bersama sebelum para peserta menuju bandara untuk memulai masa kontrak kerja yang telah disepakati bersama pihak manajemen perusahaan terkait.

Langkah fasilitasi ini memperkuat data serapan tenaga kerja asal NTB yang menunjukkan tren positif pada industri ekstraktif dan perkebunan dalam kurun waktu dua tahun kalender terakhir secara berturut-turut.***

Bagikan :

Artikel Lainnya