GAPKI, GIMNI, dan AIMMI Raih Penghargaan Global Atas Konsistensi Program Fortifikasi Minyak Goreng Sawit Vitamin A

Tiga asosiasi industri sawit nasional, GAPKI, GIMNI, dan AIMMI, menerima penghargaan global dari Millers for Nutrition atas konsistensi menjalankan program fortifikasi Vitamin A pada minyak goreng guna memperkuat standar kesehatan masyarakat Indonesia.

BERITA

Arsad Ddin

7 Februari 2026
Bagikan :

Monojit Indra, Program Leader (Asia) Miller For Nutrition – Technoserve. (Foto: rri.co.id)


Jakarta, HAISAWIT – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), dan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) menerima penghargaan global dari Millers for Nutrition di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Apresiasi internasional ini diberikan atas keberhasilan ketiga asosiasi tersebut menjaga rantai pasok minyak goreng sawit nasional serta menerapkan program fortifikasi Vitamin A secara stabil guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat luas.

Program Leader (Asia) Miller For Nutrition – Technoserve, Monojit Indra, menjelaskan jangkauan koalisi global ini saat memberikan sambutan resmi di hadapan para pemangku kepentingan industri minyak goreng sawit yang hadir.

“Program Millers for Nutrition ada di 8 negara, 4 di Afrika dan 4 di Asia termasuk di Indonesia. Ini merupakan sebuah koalisi yang bekerjasama dengan pelaku usaha terutama penggilingan dan refinery, supaya kita bisa menyediakan pangan terfortifikasi yang berkualitas tinggi untuk masyarakat. Untuk saat ini sasaran kami ada di 8 negara tersebut,” ujar Indra, dikutip dari rri.co.id, Sabtu (07/02/2026).

Indra menjelaskan bahwa pertemuan strategis bertajuk Cooking Oil Stakeholders ini menjadi ruang diskusi penting guna mengidentifikasi berbagai hambatan teknis yang selama ini menghambat kelancaran proses fortifikasi pada tingkat produsen.

“Dalam diskusi ini kita ingin tahu apa saja kendala yang dihadapi, dan bisa memberikan solusinya. Tujuannya agar lebih konsisten dan berkelanjutan, karena kami sadar betul manfaat dari pangan terfortifikasi itu sangat baik untuk masyarakat,” kata Indra menjelaskan.

Kerja sama kolektif antara sektor swasta dan koalisi global bertujuan memperkuat akses rumah tangga terhadap pangan pokok bergizi tinggi. Inisiatif ini juga mengandalkan dukungan riset berbasis data dari lembaga TransGraph.

Lembaga riset tersebut menyediakan wawasan operasional esensial bagi para anggota koalisi melalui pemetaan pasar yang akurat. Poin-poin penting yang menjadi fokus utama dalam riset lapangan periode 2024-2025 tersebut meliputi:

  • Pemetaan sebaran produksi minyak goreng nasional.
  • Analisis dinamika operasional rantai pasok hulu ke hilir.
  • Evaluasi efikasi penambahan kadar Vitamin A pada produk.

Indra menjabarkan bagaimana data lapangan tersebut menjadi fondasi utama bagi pelaku industri untuk memahami kondisi nyata distribusi minyak goreng serta memastikan standar nutrisi nasional terpenuhi secara akurat dan merata.

“Wawasan dari riset lapangan TransGraph periode 2024-2025 memberikan pendalaman kepada peserta mengenai pemetaan produksi, dinamika rantai pasok dan efikasi fortifikasi yang menekankan standar Vitamin A sebagai pilar dasar kesehatan nasional,” ungkap Indra memaparkan.

Upaya kolaboratif ini memfasilitasi transisi strategis dari minyak curah ke minyak kemasan yang lebih higienis. Produsen secara mandiri mematuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI) guna menjaga masa depan gizi bangsa.

Millers for Nutrition memberikan bantuan teknis berupa pengujian produk dan pelatihan khusus bagi para anggotanya. Langkah nyata ini bertujuan meningkatkan taraf hidup satu miliar orang melalui konsumsi pangan pokok berkualitas.***

Bagikan :

Artikel Lainnya