Akselerasi Sertifikasi Sawit Berkelanjutan, Praktisi Kini Bisa Ikuti Pelatihan Auditor ISPO Februari Mendatang

Praktisi perkebunan kelapa sawit kini dapat mengikuti sertifikasi auditor ISPO yang menggabungkan metode teori virtual dan praktik lapangan. Program ini mengacu pada standar hukum terkini untuk meningkatkan kompetensi personel dalam mengelola aspek berkelanjutan.

HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

23 Januari 2026
Bagikan :

Foto: Dok. PT. Daya Guna Lestari


Jakarta, HAISAWIT – Pelatihan Auditor Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO) akan diselenggarakan pada Februari 2026 guna mencetak tenaga ahli profesional yang mampu mengawal standarisasi tata kelola perkebunan kelapa sawit nasional.

Penyelenggaraan kegiatan ini mengacu pada landasan hukum terbaru yaitu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 33 Tahun 2025. Selain itu, kurikulum materi berpedoman pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan (SK Kepdirjen) Nomor 116 Tahun 2024.

Para peserta akan mendapatkan bimbingan teknis langsung dari Lead Auditor ISPO serta narasumber otoritas Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Materi yang disajikan bersifat aplikatif untuk memudahkan pemahaman terhadap regulasi sertifikasi perkebunan yang sedang berlaku.

Agenda pelatihan terbagi menjadi dua tahapan utama untuk memastikan penguasaan aspek kognitif maupun teknis lapangan secara komprehensif. Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaan pelatihan auditor tersebut bagi para calon peserta:

  • Penyampaian materi teori melalui media virtual Zoom pada tanggal 6 hingga 7 Februari 2026.
  • Pelaksanaan praktik lapangan secara langsung di wilayah Bogor pada tanggal 9 sampai 12 Februari 2026.

Tahap teori fokus pada bedah regulasi dan kriteria penilaian keberlanjutan. Sementara itu, praktik lapangan di Bogor bertujuan mengasah kemampuan audit langsung pada objek perkebunan guna menyesuaikan teori dengan fakta operasional di area kerja.

Investasi untuk mengikuti sertifikasi kompetensi ini ditetapkan sebesar Rp15.500.000 per peserta, belum termasuk pajak. Biaya tersebut mencakup akses materi, bimbingan pakar, hingga fasilitas pendukung selama pelaksanaan praktik lapangan berlangsung di lokasi tujuan.

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) memberikan nilai tambah bagi anggotanya dalam program pengembangan profesi ini. Potongan harga khusus sebesar lima persen tersedia bagi peserta yang terdaftar secara resmi sebagai anggota organisasi profesi tersebut.

Penerapan standar ISPO menjadi instrumen vital bagi industri kelapa sawit dalam menghadapi tuntutan pasar global. Melalui pelatihan ini, praktisi perkebunan dapat mengambil peran aktif dalam mendukung peningkatan kepatuhan terhadap standar berkelanjutan yang diakui secara legal.

Proses pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh calon peserta dengan melakukan pemindaian kode batang pada poster resmi. Penggunaan teknologi pendaftaran digital bertujuan mempermudah administrasi serta verifikasi data peserta sebelum jadwal pelatihan dimulai secara serentak.

Informasi lebih lanjut mengenai tata cara registrasi tersedia melalui situs resmi Daya Guna Lestari. Selain itu, layanan konsultasi mengenai teknis pelatihan dapat diakses melalui saluran telepon resmi yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara kegiatan.

Kegiatan ini menjadi peluang strategis bagi karyawan perusahaan maupun profesional mandiri untuk meningkatkan jenjang karier. Kepemilikan sertifikat auditor resmi memberikan nilai kompetitif yang tinggi dalam ekosistem industri kelapa sawit yang semakin modern serta adaptif.

Akselerasi sertifikasi nasional sangat bergantung pada ketersediaan jumlah auditor yang memadai di lapangan. Oleh karena itu, sinkronisasi antara aturan pemerintah dengan kompetensi teknis praktisi menjadi fokus utama dalam setiap sesi pelatihan yang berlangsung.***


Bagikan :

Artikel Lainnya