Siap Hadapi Dinamika Industri? HASI 2026 Jadi Pusat Diskusi Praktisi Sawit Indonesia dan Malaysia

Simposium di Jakarta menghadirkan diskusi lintas negara mengenai penerapan mekanisasi untuk mengatasi kendala tenaga kerja di perkebunan. Kegiatan ini memfasilitasi pertukaran data teknis guna memperkuat posisi tawar industri sawit di kawasan Asia.

BERITA

Arsad Ddin

16 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HaiSawit – Praktisi perkebunan dari Indonesia dan Malaysia menjadwalkan pertemuan strategis dalam Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 pada 22–23 April 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi pusat diskusi untuk menjawab dinamika industri.

Simposium membedah tantangan teknis dan regulasi yang memengaruhi stabilitas produksi sawit di kedua negara produsen utama tersebut. Delegasi akan berbagi data mengenai efisiensi operasional serta manajemen risiko perkebunan modern guna memperkuat daya saing kawasan.

Pertemuan tersebut memfokuskan agenda pada sinkronisasi standar keberlanjutan demi menjaga akses pasar minyak sawit dunia. Para pengambil keputusan di sektor agribisnis memerlukan pemahaman komprehensif terkait perubahan kebijakan perdagangan dan persyaratan kepatuhan lingkungan terbaru.

Kolaborasi Strategis dan Teknis

Peserta akan mendalami metode kolaborasi antara produsen Indonesia dan Malaysia guna memperkuat posisi tawar industri di tingkat global. Materi diskusi memberikan wawasan teknis bagi pimpinan kebun dalam mengelola kompleksitas operasional lapangan.

Poin penting yang menjadi materi diskusi praktisi kedua negara meliputi:

  • Harmonisasi standar sertifikasi keberlanjutan antara produsen sawit Indonesia dan Malaysia.
  • Pertukaran informasi mengenai teknologi pengendalian hama terpadu berbasis riset terbaru.
  • Strategi mitigasi hambatan dagang nontarif di berbagai pasar internasional.
  • Penerapan mekanisasi untuk mengatasi isu ketersediaan tenaga kerja di perkebunan.

Pemanfaatan inovasi teknologi menjadi instrumen krusial dalam mempertahankan daya saing perusahaan di tengah kenaikan biaya logistik. Simposium menyediakan platform bagi manajer unit untuk mempelajari praktik terbaik dari berbagai wilayah operasional yang berbeda karakter.

Efisiensi Produksi dan Manajemen Risiko

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) memfasilitasi sesi khusus mengenai penguatan rantai pasok yang tangguh terhadap fluktuasi ekonomi. Diskusi mencakup optimalisasi pemeliharaan aset perkebunan serta integrasi sistem pengolahan data untuk mendukung efisiensi produksi.

Data teknis yang dipaparkan memberikan gambaran mengenai korelasi antara manajemen risiko yang baik dengan keberlanjutan investasi jangka panjang. HASI 2026 berfungsi sebagai pusat referensi bagi pelaku usaha dalam menyusun kebijakan strategis perusahaan.

Panitia membuka pendaftaran bagi delegasi dengan rincian biaya keikutsertaan sebagai berikut:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (Berlaku hingga 31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Registrasi dapat dilakukan melalui platform resmi Hai Sawit Indonesia (HSI) sebelum batas waktu yang ditentukan. Peserta akan mendapatkan akses ke seluruh materi teknis serta kesempatan berjejaring dengan pimpinan perusahaan agribisnis terkemuka.

Kehadiran ahli hukum agraria dan konsultan lingkungan menambah bobot diskusi terkait kepastian hukum di area perkebunan. Sesi ini sangat penting bagi perusahaan dalam memastikan seluruh aktivitas operasional tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku.

Pertemuan diakhiri dengan penyusunan memorandum wawasan bersama sebagai panduan menghadapi tantangan industri di masa depan. HASI 2026 mempertegas posisi Jakarta sebagai titik temu utama bagi para profesional sawit dalam membangun ekosistem industri yang inklusif.***


Bagikan :

Artikel Lainnya