Jadilah Bagian dari Transformasi Industri, Amankan Kursi Anda di Hai Sawit Simposium 2026

Pendaftaran peserta simposium kelapa sawit 2026 di Jakarta resmi dibuka bagi praktisi Indonesia dan Malaysia. Forum internasional ini menghadirkan pembahasan strategi transformasi manajemen perkebunan, integrasi teknologi digital, serta penguatan koneksi profesional lintas negara.

BERITA ARTIKEL

Arsad Ddin

10 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HaiSawit – Pendaftaran peserta Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 resmi dibuka bagi para pelaku industri yang ingin terlibat dalam transformasi manajemen perkebunan pada 22–23 April mendatang di Hotel Bidakara Jakarta.

Forum internasional ini menghadirkan rangkaian seminar dan pameran teknologi yang fokus pada pembaruan praktik manajemen terbaik atau Best Management Practice (BMP). Agenda tersebut mempertemukan praktisi dari Indonesia dan Malaysia secara langsung.

Panitia penyelenggara menetapkan skema biaya pendaftaran dalam tiga periode berbeda guna memfasilitasi antusiasme calon peserta. Berikut adalah rincian tarif registrasi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan simposium:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (1–31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Peserta mendapatkan akses penuh ke tujuh sesi simposium yang dipandu oleh pemimpin perusahaan besar. Diskusi teknis ini mencakup berbagai pilar penting dalam pengelolaan perkebunan modern yang kompetitif di tingkat global.

Fokus Materi dan Inovasi Teknologi

Sesi simposium akan membedah transformasi teknologi melalui penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pakar dari berbagai perusahaan dijadwalkan berbagi data mengenai sistem manajemen kebun pintar, antara lain:

  • Penerapan AI dan Smart Plantation oleh PT USTP dan Felda Plantation.
  • Penggunaan teknologi drone untuk efisiensi pemupukan dan sistem keamanan.
  • Integrasi Global Positioning System (GPS) dalam aktivitas operasional harian.
  • Metode mekanisasi panen dan transportasi pada topografi lahan yang sulit.

Pemanfaatan drone menjadi daya tarik utama bagi para asisten lapangan karena menjadi solusi praktis menekan biaya operasional. Teknologi tersebut mampu meningkatkan akurasi data serta memperketat pengawasan area perkebunan secara real-time.

Selain itu, praktisi senior memaparkan strategi penyelesaian konflik sosial serta kemitraan plasma. Hal ini krusial mengingat tantangan legalitas lahan merupakan isu utama bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini.

Fasilitas dan Jaringan Profesional

HASI 2026 menyediakan ruang Networking Night yang dirancang untuk mempererat hubungan bisnis antarpeserta. Momen ini merupakan kesempatan bagi pemilik kebun dan vendor teknologi untuk melakukan kerja sama strategis dalam jangka panjang.

Beberapa fasilitas utama yang akan didapatkan oleh para peserta simposium meliputi:

  • Seminar eksklusif bersama pimpinan perusahaan sawit lintas negara.
  • Akses ke pameran teknologi dan inovasi perlindungan tanaman terbaru.
  • Sesi makan malam gala (Gala Dinner) dan pertunjukan seni budaya.
  • Dokumen rekomendasi strategis hasil rumusan praktisi senior HIPKASI.

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) berperan sebagai penyusun rekomendasi teknis di akhir kegiatan. Hasil rumusan tersebut menjadi pedoman penting bagi perusahaan dalam mengoptimalkan produksi serta mendukung program ketahanan energi nasional.

Sesi perlindungan tanaman menghadirkan riset terbaru mengenai pengendalian hama penyakit dari pakar Asian Agri Group. Pengetahuan teknis ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan pohon dan mencegah penurunan kualitas tandan buah segar.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui saluran komunikasi resmi yang tersedia di portal Hai Sawit Indonesia (HSI). Calon peserta disarankan melakukan registrasi lebih awal guna memastikan ketersediaan kursi di ruang simposium yang terbatas jumlahnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan rekomendasi HASI 2026 kepada para perwakilan pemangku kepentingan industri. Dokumentasi seluruh materi seminar disediakan sebagai bahan rujukan bagi peserta untuk diimplementasikan pada unit kerja masing-masing.***


Bagikan :

Artikel Lainnya