
Gambar Illustrasi Buah Sawit - Hai Sawit
Pontianak, HAISAWIT – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat pengiriman fraksi cair minyak sawit menuju Arab Saudi mencapai volume 21 juta ton pada periode perdagangan Desember 2025.
Komoditas turunan kelapa sawit tersebut menjadi andalan ekspor utama wilayah ini ke pasar Timur Tengah, sekaligus menjaga performa perdagangan daerah di tengah tekanan perlambatan ekonomi global.
Dilansir dari laman rri.co.id, Sabtu (07/02/2026), nilai ekspor Kalimantan Barat pada Desember 2025 tercatat sebesar 176,69 juta dolar Amerika Serikat (AS), dengan kontribusi besar berasal dari sektor minyak sawit.
Meskipun angka total ekspor tersebut mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dibandingkan November 2025, pengiriman fraksi cair minyak sawit tetap menunjukkan stabilitas volume yang sangat signifikan.
Kinerja positif produk sawit ini sangat kontras jika dibandingkan dengan beberapa komoditas unggulan lainnya yang justru mengalami kemerosotan tajam selama satu tahun terakhir di pasar internasional.
Berdasarkan data resmi BPS, terdapat penurunan performa yang cukup dalam pada beberapa sektor komoditas ekspor non-sawit milik Kalimantan Barat sebagai berikut:
- Ekspor buah-buahan khususnya kelapa tua anjlok hingga 74,20 persen.
- Sektor karet dan barang dari karet merosot sebesar 53,39 persen.
- Komoditas bahan kimia anorganik jenis alumina turun sebesar 28,4 persen.
Penurunan kinerja ekspor tahunan di provinsi ini dipicu oleh melemahnya sektor industri pengolahan serta sektor pertanian yang masing-masing terkontraksi sebesar 23,92 persen dan 21,41 persen.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Kalimantan Barat, Yunita, merilis data tersebut pada Selasa (03/02/2026) yang mengonfirmasi bahwa ekspor alumina ke Tiongkok dan Belanda masih mendominasi secara volume.
Minyak sawit dalam bentuk fraksi cair berhasil menempatkan Arab Saudi sebagai salah satu negara tujuan ekspor strategis selain pasar tradisional seperti Tiongkok dan juga Belanda.
Volume ekspor alumina ke Tiongkok dan Belanda mencapai 165,78 juta ton, namun pasar Arab Saudi secara spesifik menyerap produk hilir kelapa sawit Kalbar dalam jumlah besar.
Berikut adalah rincian capaian nilai ekspor Kalimantan Barat berdasarkan negara tujuan utama pada periode laporan akhir tahun 2025:
- Ekspor ke Tiongkok mencapai nilai 48,34 juta dolar AS.
- Ekspor ke Belanda tercatat sebesar 35,73 juta dolar AS.
- Ekspor fraksi cair minyak sawit ke Arab Saudi mencapai 21 juta ton.
Dominasi produk sawit ke Timur Tengah memberikan gambaran mengenai ketahanan daya saing sektor perkebunan kelapa sawit Kalimantan Barat di saat sektor industri pengolahan lainnya mengalami perlambatan.
Stabilitas pengiriman fraksi cair minyak sawit ini berperan penting dalam memitigasi dampak penurunan tajam pada komoditas pertanian lain seperti kelapa tua serta karet yang sedang lesu.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan luar negeri Kalimantan Barat pada Desember 2025 tetap mengandalkan diversifikasi pasar internasional guna menjaga neraca perdagangan daerah tetap terjaga dengan baik.***