
Yogyakarta, HAISAWIT - Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan sistem inovatif berbasis Big Data untuk mendukung pemupukan presisi pada perkebunan kelapa sawit. Teknologi ini dirancang guna meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, dan menjaga keberlanjutan di sektor sawit.
Penelitian ini dipimpin oleh Ir. Andri Prima Nugroho, STP., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Sistem pendukung keputusan (Decision Support System/DSS) yang dikembangkan berfokus pada integrasi data tanah, iklim, serta pertumbuhan tanaman.
Andri Prima Nugroho menjelaskan bahwa penggunaan analisis Big Data dapat menghasilkan rekomendasi pemupukan yang lebih tepat dibanding metode tradisional. Teknologi ini mampu memberikan arahan yang disesuaikan dengan kebutuhan aktual setiap lahan perkebunan.
“Kami berharap sistem ini dapat membantu para petani dan pengelola perkebunan dalam membuat keputusan pemupukan yang lebih cerdas, mengurangi pemborosan pupuk, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan secara signifikan sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Andri Prima Nugroho, dikutip dari laman UGM AI Center OF Excellence, Senin (6/10/2025).
Sistem DSS berbasis Big Data ini dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir dan rampung pada 2023. Salah satu fokus utamanya adalah memberikan solusi atas permasalahan akurasi pemupukan yang selama ini menjadi kendala di perkebunan sawit.
Data yang dihimpun dari tanah, iklim, dan kondisi pertumbuhan tanaman diproses secara real-time untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan. Model ini memungkinkan keputusan pemupukan lebih presisi sekaligus berkontribusi pada penghematan biaya.
Penelitian ini dibiayai secara internal dan dilaksanakan dengan kolaborasi bersama sejumlah mitra eksternal, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kolaborasi ini memperkuat penerapan teknologi digital di sektor perkebunan sawit.
Hasil penelitian menghasilkan algoritma serta model pemupukan presisi yang siap digunakan untuk mendukung praktik pertanian modern. Sistem ini dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan efisiensi dan keberlanjutan industri sawit di Indonesia.
Teknologi tersebut menjadi bagian dari pengembangan pertanian 4.0, yang mengandalkan integrasi teknologi digital dalam pengelolaan perkebunan. Big Data berperan sebagai fondasi utama agar keputusan pemupukan lebih terukur dan berdampak positif pada produktivitas.
Implementasi teknologi ini diharapkan memberi dampak signifikan bagi peningkatan efisiensi operasional dan hasil perkebunan sawit di berbagai daerah.***