BPDP dan PASPI menggelar Bedah Buku Mitos Vs Fakta Sawit di Universitas Andalas Padang pada 15 September 2025. Acara ini mengupas isu ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan menghadirkan akademisi dari berbagai bidang.
Arsad Ddin
22 September 2025BPDP dan PASPI menggelar Bedah Buku Mitos Vs Fakta Sawit di Universitas Andalas Padang pada 15 September 2025. Acara ini mengupas isu ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan menghadirkan akademisi dari berbagai bidang.
Arsad Ddin
22 September 2025
Padang, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menggelar kegiatan Bedah Buku Mitos Vs Fakta Sawit di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/9/2025).
Acara ini menghadirkan akademisi Universitas Andalas dari berbagai bidang, antara lain ekonomi, pertanian, dan lingkungan. Kegiatan diselenggarakan sebagai bagian dari upaya sosialisasi buku edisi keempat yang membahas industri minyak sawit Indonesia.
Dikutip dari laman BPDP, Senin (22/9/2025), sosialisasi buku Mitos Vs Fakta Sawit sudah berlangsung sejak tahun 2023. Selama periode 2023–2024, kegiatan ini telah dilaksanakan di 14 universitas, menjadikan Universitas Andalas lokasi ke-15.
Bedah buku tahun 2025 ini juga diiringi lomba konten kreatif sawit. Lomba tersebut terbagi dalam dua kategori, yaitu short video dan infografis, yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Selain itu, BPDP memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkenalkan dukungan terhadap penguatan UMKM berbasis sawit. Dukungan tersebut termasuk peluncuran katalog berisi 100 produk UMKM sawit yang dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa wirausaha.
Acara ini turut dihadiri Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, serta Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Andalas, Hasnah, S.P., M.Ec., Ph.D., bersama sejumlah tokoh industri sawit di Sumatera Barat.
Dari sisi akademik, narasumber yang hadir antara lain Prof. Dr. Ir. Melinda Noer, M.Sc yang mengulas aspek ekonomi, Prof. Dr. Ir. Herviyanti, MS yang membahas aspek agronomi sawit, dan Dr. Fadjar Goembira, ST yang mengkaji aspek lingkungan.
Direktur Eksekutif PASPI, Dr. Tungkot Sipayung, hadir dalam kegiatan ini mendampingi perwakilan instansi daerah seperti Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Barat, serta perwakilan asosiasi industri sawit.
Ketua GAPKI Sumbar, Bambang Wiguritno, bersama Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur, juga terlihat hadir. Kehadiran keduanya menambah bobot diskusi mengenai industri sawit yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.***