BKKBN Sulbar dan PT Letawa Kolaborasi Cegah Stunting Lewat Pemanfaatan Pekarangan Sawit

BKKBN Sulbar bersama perusahaan sawit PT Letawa di Pasangkayu menggulirkan program pencegahan stunting melalui pemanfaatan pekarangan rumah karyawan. Inisiatif ini menitikberatkan pada penyediaan pangan bergizi, sanitasi layak, serta edukasi kesehatan keluarga.

BERITA

Arsad Ddin

5 September 2025
Bagikan :

BKKBN Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunjungan kerja terkait penguatan program Quick Win pencegahan stunting bersama manajemen PT Letawa di Kabupaten Pasangkayu, Rabu (3/9/2025). (Foto: Dok. Kemendukbangga/BKKBN Sulbar)

Pasangkayu, HAISAWIT – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Rezky Murwanto, melakukan kunjungan ke manajemen PT Letawa di Kabupaten Pasangkayu, Rabu (3/9/2025). Pertemuan ini membahas dukungan dunia usaha sawit terhadap upaya percepatan penurunan stunting.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program Quick Win Kemendukbangga yang menekankan sinergi lintas sektor. Melalui pertemuan ini, BKKBN Sulbar memberikan penguatan tentang pentingnya akses pangan bergizi, sanitasi layak, serta edukasi kesehatan keluarga bagi karyawan dan masyarakat sekitar.

Dikutip dari laman Kemendukbangga/BKKBN Sulbar, Jumat (5/9/2025), pemerintah menargetkan percepatan penurunan stunting dengan memperkuat keterlibatan perusahaan di berbagai sektor. Upaya ini diarahkan agar dunia usaha berkontribusi dalam penyediaan pangan sehat dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

PT Letawa sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit di Pasangkayu mulai mengembangkan program pemanfaatan pekarangan rumah karyawan. Melalui inisiatif ini, karyawan didorong menanam sayuran yang dapat menambah asupan gizi keluarga sehari-hari.

Program tersebut mendapat perhatian karena mampu menjangkau langsung lingkungan keluarga karyawan. Selain menanam sayuran, pemanfaatan pekarangan juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran gizi dan pola konsumsi sehat di sekitar area perkebunan.

Langkah PT Letawa sejalan dengan arahan BKKBN yang menekankan pentingnya ketahanan pangan keluarga. Ketersediaan sayuran dari pekarangan diharapkan dapat menambah variasi sumber gizi dan mengurangi potensi hambatan akses pangan bagi karyawan perusahaan.

Selain pemanfaatan pekarangan, kolaborasi ini turut mengedepankan pentingnya fasilitas sanitasi dan penyuluhan kesehatan keluarga. BKKBN menekankan, aspek lingkungan bersih merupakan bagian penting dari strategi percepatan penurunan angka stunting.

Kolaborasi dunia usaha dengan BKKBN dianggap sebagai salah satu langkah strategis untuk memperluas cakupan program pencegahan stunting di daerah perkebunan.

Kegiatan ini menambah catatan bahwa perusahaan sawit tidak hanya berperan dalam ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi pada program kesehatan masyarakat. BKKBN Sulbar menegaskan peran PT Letawa sebagai mitra dalam upaya bersama menurunkan stunting di Sulawesi Barat.***

Bagikan :

Artikel Lainnya