
Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng memberikan sambutan pada sosialisasi Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan yang digelar BPDP di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (28/10/2025). (Foto: Dok. Kominfo Mabar)
Labuan Bajo, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar sosialisasi Program Pendidikan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata membuka akses pendidikan lebih luas bagi putra-putri daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang memiliki latar belakang keluarga pekerja perkebunan kelapa sawit.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menyampaikan apresiasi atas upaya BPDP dalam memberikan kesempatan bagi generasi muda daerah untuk menempuh pendidikan tinggi dan membangun masa depan.
“Kalau dulu pemuda berjuang dengan bambu runcing, tantangan kalian sekarang adalah melawan kemiskinan, kebodohan, dan radikalisme. Cara mengangkat derajat adalah dengan pendidikan setinggi-tingginya,” ujar Yulianus, dikutip dari laman Kominfo Mabar, Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan bahwa investasi terbaik yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya adalah pendidikan, bukan kekayaan alam yang suatu saat bisa habis.
“Kekayaan alam suatu saat akan habis, tetapi kekayaan intelektual yang lahir dari pendidikan akan menjadi modal abadi untuk membangun daerah dan bangsa,” katanya.
Plt. Direktur Hukum dan Kerjasama BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan bahwa program beasiswa ini menjadi bentuk nyata kontribusi industri kelapa sawit dalam membangun SDM dari kalangan keluarga pekerja kebun di berbagai wilayah.
“Kami mendapat informasi bahwa puluhan ribu warga NTT, termasuk dari Manggarai, bekerja di kebun-kebun sawit di Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Melalui program ini, kami ingin anak-anak mereka ‘naik kelas’ — tidak hanya menjadi pekerja, tetapi menjadi manajer dan pemimpin di industri ini,” ungkapnya.
Menurut Zaid, beasiswa ini bersifat penuh, meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, buku, serta transportasi untuk jenjang D1 hingga S1. Tahun ini, BPDP menargetkan sekitar 4.000 penerima beasiswa di seluruh Indonesia.
Ia juga mendorong sekolah-sekolah di Manggarai Barat dan sekitarnya agar mulai mempersiapkan calon peserta yang layak mengikuti seleksi pada pertengahan tahun depan.
“Kepada para guru, tolong inventarisasi siswa-siswa yang orang tuanya bekerja di perkebunan sawit. Kita masih punya waktu sekitar tujuh bulan hingga pendaftaran dibuka kembali pada Juni–Juli tahun depan. Mari bantu mereka dengan bimbingan belajar,” ucap Zaid.
Program ini turut menekankan kesetaraan gender dengan memberikan perhatian khusus kepada penerima beasiswa perempuan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penerima perempuan tercatat lebih banyak dibanding laki-laki.
Zaid menegaskan bahwa BPDP berkomitmen memperluas manfaat pendidikan sawit bagi generasi muda dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur.
“Kami di BPDP siap membantu membuka jalan melalui program beasiswa sawit agar masa depan perkebunan Indonesia dipimpin oleh anak-anak muda dari seluruh pelosok negeri, termasuk dari Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat itu turut dihadiri sejumlah pejabat dan tenaga pendidik yang berperan dalam pengembangan SDM perkebunan. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi pendidikan di daerah.
Beberapa di antaranya yakni Kepala Divisi Kerjasama Kelembagaan BPDP sekaligus Ketua Tim PUG BPDP Fitri Aida, Senior Analis Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM BPDP Rangga Ramananda, serta Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta Sri Gunawan bersama guru pendamping SMK dan SMA dari Manggarai Barat dan Manggarai Timur.***