
Disbun Kaltim menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani Sawit di UPTD BPPSDMP Kabupaten Paser, 24–25 November 2025. (Foto: Disbun Kaltim)
Samarinda, HAI SAWIT - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) perkuat fondasi kelembagaan petani sawit melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perkebunan di Kabupaten Paser, Rabu (24/11/2025).
Kegiatan ini bertajuk “Meningkatkan Manajemen Pengelolaan Kelembagaan Petani ke Arah Korporasi dan Kemitraan” dan digelar di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Fokus pelatihan pada penguatan manajemen kelembagaan petani sawit agar lebih profesional.
Pelatihan ini diikuti 31 peserta dari Gapoktan, KUD, serta kelembagaan petani di Kecamatan Long Ikis dan Kuaro. Materi dirancang agar kelembagaan petani sawit memiliki kapasitas adaptif menghadapi dinamika industri perkebunan.
Peserta diajak memahami strategi penguatan kelembagaan berbasis korporasi dan kemitraan. Tenaga Ahli ESQ dan Sustainability Agribusiness, Oni Apriyanto, serta Tenaga Ahli Pengembangan Bisnis, Dwi Aryani Suryaningrum, memandu sesi interaktif.
“Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir penyuluh dalam kegiatan pendampingan berbasis korporasi. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan petani serta menyatukan visi dan misi kelembagaan sawit di Kabupaten Paser,” ujar Dessy Susanti, dikutip dari laman Riau, Kamis (27/11/2025).
Materi pelatihan juga menekankan pentingnya manajemen kelembagaan untuk meningkatkan posisi tawar petani sawit. Peserta diajak memahami cara mengelola kebun secara produktif, berbasis pasar, dan berorientasi agribisnis.
Pelatihan menyasar penyelenggara penyuluhan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, penyuluh lapangan, serta pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian, termasuk Poktan dan koperasi berbasis korporasi petani sawit.
Muhammad Fahrozi, Penyuluh Pertanian Ahli Muda Disbun Kaltim, menuturkan tujuan kegiatan untuk menyebarkan materi kepada petani di Kecamatan Kuaro dan Long Ikis. Pendampingan kelembagaan petani sawit diharapkan lebih optimal.
“Tujuan kami dari kegiatan korporasi petani ini tentu untuk kesejahteraan petani. Kami berupaya bagaimana supaya petani memiliki kelembagaan yang kuat sehingga memiliki nilai tawar dalam menjual hasil kebunnya. Syukur-syukur nanti teman-teman di Kabupaten Paser dapat menumbuhkan kelembagaan korporasi petani hingga ke tingkat industri,” tambah Fahrozi.
Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk mematangkan kesiapan petani sawit menuju kelembagaan yang lebih modern dan profesional. Materi interaktif membahas struktur organisasi serta pengelolaan usaha berbasis pasar.
Disbun Kaltim optimistis pelatihan ini menyiapkan kelembagaan petani sawit Kabupaten Paser yang lebih adaptif, solid, dan siap bertransformasi menuju model usaha perkebunan modern dan berkelanjutan.***