Bupati Situbondo Ajak Pemuda Jatim Kembangkan Hilirisasi Sawit dan Kakao Lewat Jejaring UMKM

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak pemuda Jawa Timur berperan dalam hilirisasi sawit dan kakao melalui jejaring UMKM. Upaya ini dinilai mampu memperkuat ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

BERITA

Arsad Ddin

13 November 2025
Bagikan :

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat menyampaikan materi dalam seminar Optimalisasi Hilirisasi Kelapa Sawit dan Kakao di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (11/11/2025). (Foto: Diskominfo Situbondo)

Situbondo, HAI SAWIT – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio, mengajak generasi muda Jawa Timur terlibat aktif dalam pengembangan hilirisasi sawit dan kakao untuk memperkuat jejaring ekonomi berbasis UMKM daerah.

Ajakan itu disampaikan saat Mas Rio menjadi pembicara dalam seminar bertajuk “Optimalisasi Hilirisasi Kelapa Sawit dan Kakao di Jawa Timur: Diversifikasi Produk, Legalitas UMKM, Akses Pembiayaan, dan Peluang Ekspor” di Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (11/11/2025).

Mas Rio menilai, penguatan hilirisasi sawit akan berdampak langsung terhadap peningkatan nilai tambah produk dan penciptaan lapangan kerja baru di tingkat lokal, termasuk di Situbondo dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, daerah penghasil komoditas seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi memiliki potensi besar untuk membangun industri turunan sawit dan kakao yang mampu bersaing di pasar nasional maupun ekspor.

“Kita tidak boleh berhenti di ekspor bahan mentah. Sudah saatnya daerah seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi membangun industri turunan, seperti cokelat olahan dan minyak sawit siap pakai,” ujar Mas Rio.

Ia menambahkan, pengembangan hilirisasi sawit tidak dapat dilepaskan dari peran UMKM lokal yang menjadi ujung tombak inovasi produk berbasis bahan baku perkebunan rakyat.

Mas Rio menjelaskan, banyak pelaku usaha kecil yang memiliki ide kreatif, namun masih terkendala legalitas usaha dan akses permodalan untuk mengembangkan kapasitas produksi.

“Kami sudah bekerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan dan perbankan untuk menghadirkan skema bunga nol persen. Dengan begitu, pelaku usaha bisa fokus mengembangkan produk tanpa terbebani bunga kredit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong agar pelaku UMKM di Jawa Timur membangun jejaring usaha lintas daerah untuk memperkuat rantai pasok dan memperluas jangkauan pasar hilirisasi sawit.

"UMKM harus saling terkoneksi. Kalau Situbondo kuat di kakao, bisa bekerja sama dengan Jember yang punya industri pengemasan atau Surabaya yang punya akses ekspor. Dengan jejaring itu, nilai tambah ekonomi akan tersebar merata,” ujar Mas Rio.

Kegiatan yang dihadiri mahasiswa, pelaku UMKM, dan akademisi tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai peluang hilirisasi sawit dan kakao di Jawa Timur, termasuk kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.***

Bagikan :

Artikel Lainnya