Barito Kuala Dorong Percepatan Integrasi Sawit–Sapi Bali untuk Penguatan Peternakan Daerah

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pengembangan integrasi sawit–sapi Bali, dengan memanfaatkan areal perkebunan kelapa sawit sebagai sumber pakan ternak dan ruang penguatan populasi sapi lokal.

BERITA

Arsad Ddin

21 Desember 2025
Bagikan :

Ilustrasi Integrasi Sawit-Sapi - HaiSawit/Arsad Ddin

Barito Kuala, HAI SAWIT - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala menggelar audiensi lintas sektor untuk memperkuat koordinasi percepatan pengembangan integrasi sawit–sapi sebagai bagian penguatan peternakan daerah.

Audiensi ini menjadi tindak lanjut rapat percepatan Program P2SBPTKP yang berlangsung Rabu, 17 Desember 2025, dengan melibatkan pejabat struktural daerah, pemerintah provinsi, serta perwakilan kementerian.

Dilansir dari laman Disbunnak Barito Kuala, Minggu (21/12/2025), wilayah ini memiliki areal perkebunan kelapa sawit luas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak dan ruang pengembangan populasi sapi.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Barito Kuala Lasiman bersama jajaran menyampaikan paparan program unggulan daerah dalam pertemuan dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan serta Kementerian Pertanian.

Pengembangan sapi lokal Sapi Bali disajikan sebagai komoditas strategis daerah melalui pola integrasi sawit–sapi, termasuk rencana pembibitan yang memanfaatkan lingkungan perkebunan secara efisien untuk peternakan daerah.

Dalam audiensi tersebut, pemerintah kabupaten memaparkan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari sektor perkebunan dan peternakan melalui pendekatan integrasi usaha berkelanjutan yang telah disiapkan daerah.

Pertemuan juga mencakup pembahasan kesiapan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program peternakan terintegrasi berkelanjutan di Kabupaten Barito Kuala pada wilayah setempat tersebut.

Konsep integrasi sapi–sawit memadukan perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi dalam satu kawasan, memanfaatkan limbah sebagai pakan, membantu pengendalian gulma, serta menyediakan pupuk organik tambahan.

Audiensi dihadiri pejabat terkait, termasuk Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian serta kepala dinas tingkat provinsi dan kabupaten Kalimantan Selatan dan Barito Kuala.***

Bagikan :

Artikel Lainnya