
Jakarta, HAISAWIT – Harga Minyak Sawit Mentah atau Crude Palm Oil (CPO) pada perdagangan Senin (19/01/2026) menunjukkan performa stabil pada level tinggi di Kantor Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) serta pasar fisik komoditas nasional.
Kondisi pasar pada awal pekan ini mencerminkan ketahanan nilai komoditas unggulan Indonesia tersebut yang secara konsisten berada di atas angka rata-rata tahunan sebelumnya, memberikan kepastian harga bagi seluruh pelaku rantai pasok kelapa sawit.
Data publikasi Komunitas Planters UNIB (Universitas Bengkulu), Senin (19/01/2026), mengonfirmasi posisi harga CPO saat ini menyentuh angka Rp 14.400 per kilogram, nilai yang menunjukkan tren penguatan dibandingkan posisi penutupan transaksi pada pekan-pekan sebelumnya.
Angka transaksi pada hari ini berada di atas rata-rata harga Januari tahun 2025 lalu yang sebesar Rp 13.909 per kilogram, sehingga posisi saat ini dipandang sebagai awal tahun yang sangat kuat.
Berikut adalah rincian fakta pergerakan harga minyak sawit mentah khusus pada periode bulan Januari 2026 berdasarkan laporan transaksi harian yang dihimpun secara berkala oleh tim analis data pasar:
- Harga pada tanggal 13 Januari 2026 tercatat sebesar Rp 14.281 per kilogram.
- Harga pada Senin, 19 Januari 2026 meningkat menjadi Rp 14.400 per kilogram.
- Terdapat kenaikan sebesar Rp 119 per kilogram dalam kurun waktu sepekan.
Stabilitas harga di level Rp 14.400 mencerminkan dinamika permintaan pasar yang kuat pada pembukaan tahun ini, meskipun fluktuasi global sering kali memengaruhi pergerakan nilai jual produk turunan kelapa sawit secara mendadak.
Kenaikan nilai jual komoditas pada pertengahan bulan ini memiliki dampak langsung terhadap perhitungan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani, karena harga CPO menjadi acuan utama penetapan harga beli pabrik.
Posisi harga pada Senin ini memberikan gambaran objektif mengenai situasi perdagangan terkini yang relatif stabil tanpa adanya gejolak penurunan drastis, sehingga arus perdagangan minyak sawit mentah di bursa nasional tetap lancar.
Seluruh data transaksi hari ini menjadi basis referensi penting bagi para pelaku industri untuk menentukan langkah operasional serta strategi penjualan CPO pada sisa periode bulan Januari tahun 2026 yang sedang berjalan.***