Harga minyak sawit mentah pada bursa ICDX dan JFX mengalami kenaikan tipis akibat penguatan nilai tukar Dollar Amerika Serikat.
Arsad Ddin
30 Januari 2026Harga minyak sawit mentah pada bursa ICDX dan JFX mengalami kenaikan tipis akibat penguatan nilai tukar Dollar Amerika Serikat.
Arsad Ddin
30 Januari 2026
Jakarta, HAISAWIT – Pasar komoditas minyak sawit mentah global mencatatkan pergerakan harga signifikan pada penutupan perdagangan fisik tanggal 28 Januari 2026 sebagai respons atas fluktuasi mata uang dunia yang dinamis.
Kenaikan nilai tukar Dollar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah (IDR) dan Ringgit Malaysia (MYR) memberikan pengaruh langsung pada kalkulasi harga jual Crude Palm Oil (CPO) di berbagai bursa internasional.
Dilansir dari laman GAPKI, Jum'at (30/01/2026), harga CPO pada Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) meningkat dari Rp14.955 menjadi Rp15.115 per kilogram, sementara Jakarta Futures Exchange (JFX) mencatat kenaikan harga Olein menjadi Rp17.740 per kilogram.
Data terbaru menunjukkan bahwa pasar fisik global juga mengalami penyesuaian angka perdagangan yang cukup kompetitif pada akhir periode Januari ini. Berikut adalah rincian harga pada penutupan bursa tersebut:
Bursa Malaysia Derivatives Exchange (MDEX) memperlihatkan tren penguatan tipis dari posisi 4.182 Ringgit menjadi 4.198 Ringgit per ton hanya dalam kurun waktu satu hari perdagangan aktif saja.
Kenaikan serupa terjadi pada hasil tender Kantor Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang mencatatkan harga Rp15.150 per kilogram untuk penyerahan wilayah Dumai, Belawan, serta pelabuhan muat Kalimantan Timur.
Kondisi ekonomi makro terlihat dari nilai tukar Rupiah yang berada pada angka Rp16.801 per Dollar AS, sedangkan Ringgit Malaysia diperdagangkan pada level 3,955 per Dollar AS tersebut.
Penguatan mata uang Dollar AS membuat harga komoditas dalam mata uang lokal cenderung merangkak naik sebagai upaya menjaga keseimbangan nilai tukar antar negara produsen dan juga negara konsumen.
Selisih harga antara perdagangan tanggal 27 Januari dan 28 Januari menunjukkan stabilitas permintaan pasar terhadap minyak nabati meskipun beban biaya logistik global masih mengalami tekanan angka inflasi.
Interaksi antara harga minyak kedelai di CBOT dan harga CPO global tetap menjadi acuan utama bagi para pelaku usaha kelapa sawit dalam menentukan strategi penjualan harian mereka.
Peningkatan harga pada ICDX sebesar Rp160 per kilogram mencerminkan optimisme pelaku pasar domestik terhadap ketersediaan stok fisik yang tersedia di gudang penampungan maupun pada tangki timbun pelabuhan.
Pencapaian angka baru ini memperlihatkan bahwa daya saing produk sawit tetap kuat di tengah volatilitas pasar keuangan global yang kerap dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga bank sentral.
Perdagangan pada akhir pekan ini memberikan gambaran jelas mengenai posisi tawar minyak sawit mentah sebagai pemimpin pasar minyak nabati dunia yang sangat efisien dari sisi biaya produksi lapangan.***