Alasan Praktisi Wajib Hadir di HASI 2026, Temukan Solusi Teknis dari Pemimpin Industri Sawit

Simposium industri sawit membuka registrasi bagi pengelola kebun yang ingin mendalami inovasi digital dan mekanisasi. Kegiatan bertujuan memberikan panduan praktis bagi praktisi dalam mengoptimalkan pemeliharaan tanaman serta pengelolaan kemitraan plasma secara efektif.

BERITA

Arsad Ddin

11 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HaiSawit – Gelaran Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 menjadi agenda krusial bagi para praktisi yang ingin mendapatkan solusi teknis langsung dari pemimpin industri sawit pada 22–23 April 2026 di Jakarta.

Forum internasional ini dirancang sebagai wadah transfer pengetahuan mengenai praktik manajemen terbaik atau Best Management Practice (BMP). Kehadiran para pakar senior dari Indonesia dan Malaysia memberikan akses informasi teknis yang sangat mendalam.

Peserta dapat berdiskusi interaktif bersama direksi perusahaan besar seperti SD Guthrie Berhad dan Astra Agro Lestari. Pertemuan tersebut membedah data riset terbaru mengenai efisiensi biaya operasional di tengah dinamika harga komoditas global.

HASI 2026 memfokuskan agenda pada penggunaan teknologi mutakhir untuk menjawab tantangan kekurangan tenaga kerja di lapangan. Pengelola kebun dapat mempelajari sistem otomatisasi, penggunaan drone pemupukan, hingga implementasi kecerdasan buatan untuk prediksi hasil panen.

Penerapan inovasi digital ini bertujuan mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat manajerial. Dengan data akurat, pimpinan unit dapat meminimalkan risiko kerugian akibat serangan hama maupun kesalahan jadwal pemeliharaan tanaman secara presisi.

Selain aspek agronomis, simposium menyediakan ruang untuk membahas tantangan non-teknis seperti legalitas lahan dan kemitraan plasma. Praktisi dapat memperdalam strategi mitigasi konflik serta manajemen hubungan pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas operasional.

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) juga akan merumuskan rekomendasi teknis berdasarkan hasil diskusi selama dua hari. Dokumen ini menjadi panduan praktis bagi peserta dalam meningkatkan standar operasional di perusahaan masing-masing.

Panitia menetapkan biaya pendaftaran dalam tiga periode bagi calon peserta yang ingin mengamankan kursi di forum eksklusif ini:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (1–31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Pendaftaran dapat dilakukan melalui saluran resmi Hai Sawit Indonesia (HSI) sebelum kuota terpenuhi. HASI 2026 menjadi langkah konkret bagi praktisi dalam meningkatkan daya saing perkebunan kelapa sawit di kancah internasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya