Petani Banjar Optimis Sawit Rakyat Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global

Petani Desa Pematang Danau bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menanam sawit dan padi varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan ekonomi, serta memastikan hasil sawit rakyat berkelanjutan dan berdaya saing global.

BERITA

Arsad Ddin

18 Desember 2025
Bagikan :

Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melakukan monitoring evaluasi Perkebunan Sawit Rakyat Desa Pematang Danau Banjar, Selasa (16/12/2025). (Foto: InfoPublik Banjar)

Banjar, HAI SAWIT - Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melaksanakan monitoring evaluasi (monev) di Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) Desa Pematang Danau, Kecamatan Mataraman, Selasa (16/12/2025), untuk memastikan produktivitas dan keberlanjutan hasil sawit rakyat.

Kegiatan monev menilai kelancaran penanaman sawit, kesesuaian pembukaan lahan, dan penerapan standar teknis serta regulasi pemerintah. Pemerintah juga ingin memastikan praktik ramah lingkungan diterapkan secara konsisten.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita, memberikan edukasi pada petani terkait pengelolaan lahan sawit dan pengembangan tanaman padi varietas unggul.

“Ini memungkinkan petani untuk memangkas masa tunggu panen secara signifikan, sehingga dalam kurun waktu satu tahun mereka berpotensi untuk dua kali tanam, yang berarti dapat meningkatkan produktivitas hasil panen dan pendapatan ekonomi petani,” ujar Warsita, dikutip dari laman InfoPublik Banjar, Kamis (18/12/2025).

Progres penanaman sawit di Kelompok Tani Darakuku menunjukkan capaian yang baik. Dari lahan seluas 131 hektar, sebanyak 16.000 kelapa sawit telah tertanam sejak September 2025.

Petani hanya menyisakan sekitar 1.500 pohon sawit untuk ditanam, dengan target penyelesaian penanaman pada akhir Desember 2025. Kelompok tani menyatakan optimis dapat mencapai target sesuai rencana.

Tim Dinas Pertanian Banjar juga mengunjungi Sentral Kebun Danau Salak PTPN IV Regional V untuk memantau perkembangan terbaru dalam sektor perkebunan kelapa sawit.

Diskusi di lokasi melibatkan Kepala Bidang Perizinan Usaha Pertanian Abdul Basyid, PPL Mataraman, staf Bidang Penyuluhan Pertanian, dan kelompok tani setempat untuk membahas kolaborasi strategis dan kebijakan produktivitas.

Pendampingan pemerintah daerah mendorong penerapan praktik sawit berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga lingkungan dan daya saing di pasar global.

Kolaborasi pemerintah daerah, kelompok tani, dan perusahaan perkebunan mendorong sawit rakyat tetap berkelanjutan dan memberi kontribusi pada perekonomian masyarakat.***

Bagikan :

Artikel Lainnya