
Ilustrasi TBS - HaiSawit/Arsad Ddin
Jakarta, HAI SAWIT - Produksi minyak sawit pada Oktober 2025 mencatat peningkatan dibanding bulan sebelumnya, sementara stok akhir bulan mengalami penurunan. Lonjakan ekspor turut menjadi faktor utama dalam pergerakan pasokan.
Konsumsi dalam negeri juga mengalami kenaikan, terutama pada sektor biodiesel dan pangan. Total konsumsi lokal pada bulan Oktober tercatat lebih tinggi dari September, memperlihatkan permintaan domestik yang meningkat.
Dilansir dari laman GAPKI, Sabtu (20/12/2025), produksi CPO bulan Oktober mencapai 4.352 ribu ton, naik 10,68% dibanding September. Produksi PKO tercatat 405 ribu ton. Total konsumsi domestik 2.227 ribu ton, ekspor 2.796 ribu ton, dan stok akhir 2.333 ribu ton.
Nilai ekspor sawit pada Oktober 2025 juga meningkat signifikan menjadi US$ 3,292 miliar, naik sekitar 30,22% dari September. Kenaikan tersebut dipengaruhi volume ekspor serta harga rata-rata yang lebih tinggi.
Ekspor minyak sawit olahan naik menjadi 2.043 ribu ton dari 1.573 ribu ton, sedangkan ekspor CPO mencapai 138 ribu ton. Olahan inti minyak sawit meningkat menjadi 108 ribu ton, sementara oleokimia menembus 506 ribu ton.
Peningkatan ekspor terbesar tercatat untuk beberapa negara, antara lain China 203 ribu ton, Pakistan 131 ribu ton, Afrika 52 ribu ton, dan EU-27 50 ribu ton. Ekspor ke India, Bangladesh, dan Timur Tengah juga mengalami kenaikan.
Beberapa tujuan ekspor justru mencatat penurunan, seperti Amerika Serikat sebesar -3,2 ribu ton dan Malaysia -0,3 ribu ton. Penyesuaian permintaan pasar memengaruhi distribusi ekspor bulanan.
Secara kumulatif sampai Oktober 2025, produksi CPO dan PKO mencapai 48.092 ribu ton. Ekspor periode Januari-Oktober tercatat 27.691 ribu ton, naik sekitar 11,49% dibanding periode sama tahun 2024.
Konsumsi dalam negeri sepanjang Januari-Oktober 2025 tercatat 20.686 ribu ton, didominasi biodiesel 10.613 ribu ton, pangan 8.207 ribu ton, dan oleokimia 1.866 ribu ton. Angka ini menunjukkan penggunaan sawit untuk berbagai sektor meningkat.
Stok awal bulan Oktober tercatat 2.592 ribu ton, dan dengan produksi serta ekspor yang tinggi, stok akhir Oktober menurun menjadi 2.333 ribu ton. Penurunan stok sejalan dengan penguatan ekspor dan konsumsi domestik.
Data GAPKI memperlihatkan tren positif di industri sawit pada Oktober 2025, baik dari sisi produksi maupun nilai ekspor, sementara persediaan mengalami penyesuaian sesuai pergerakan pasar dan konsumsi lokal.***