Penelitian menunjukkan lima cara inovatif mengolah limbah sawit. Mulai dari pakan ternak hingga pupuk dan fermentasi, limbah sawit kini menjadi sumber ekonomi produktif yang mendukung keberlanjutan perkebunan.
Arsad Ddin
27 Agustus 2025Penelitian menunjukkan lima cara inovatif mengolah limbah sawit. Mulai dari pakan ternak hingga pupuk dan fermentasi, limbah sawit kini menjadi sumber ekonomi produktif yang mendukung keberlanjutan perkebunan.
Arsad Ddin
27 Agustus 2025
Jakarta, HAISAWIT - Pemanfaatan limbah kelapa sawit kini semakin beragam. Selain menjadi sumber energi terbarukan, limbah sawit dimanfaatkan di sektor pertanian dan peternakan. Pemanfaatan ini juga didukung oleh penelitian berbagai universitas dan lembaga riset.
Limbah padat dan cair kelapa sawit memiliki potensi tinggi untuk dimanfaatkan secara produktif. Bungkil inti, ampas minyak, tandan kosong, serta limbah cair bisa dimaksimalkan untuk pakan ternak, pupuk organik, media jamur, dan perbaikan kualitas tanah.
Dirangkum dari laman BPDP, Rabu (27/8/2025), kelima pemanfaatan utama limbah sawit adalah: bungkil inti sawit dan ampas minyak sebagai pakan ternak, tandan kosong sebagai pupuk dan mulsa, limbah cair untuk meningkatkan kualitas tanah, fermentasi bungkil inti sawit meningkatkan protein pakan unggas, dan tandan kosong bekas media jamur digunakan kembali sebagai pupuk untuk bibit kelapa sawit.
Pertama, bungkil inti dan ampas minyak dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia maupun unggas, namun perlu dicampur dengan pakan lain karena ternak tidak menyukai limbah ini secara tunggal. Pemanfaatan ini dapat menekan biaya pakan.
Kedua, tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan sebagai mulsa atau dikomposkan sebagai pupuk organik. Penggunaan ini meningkatkan kesuburan tanah dan kandungan bahan organik, mendukung pertumbuhan tanaman kelapa sawit maupun tanaman lainnya.
Ketiga, limbah cair sawit meningkatkan total bakteri tanah yang bermanfaat sekaligus menurunkan jumlah bakteri enterobacteriaceae. Pemanfaatan ini membantu menjaga kesehatan tanah di lahan perkebunan kelapa sawit.
Keempat, fermentasi bungkil inti sawit meningkatkan kadar protein kasar dari 14,19% menjadi 25,06% dan menurunkan serat kasar dari 21,70% menjadi 19,75%. Pakan fermentasi ini dapat diberikan hingga 15% pada itik dan ayam tanpa menurunkan pertumbuhan maupun kualitas karkas.
Kelima, tandan kosong bekas media jamur dapat digunakan kembali sebagai pupuk untuk bibit kelapa sawit. Dosis 25% meningkatkan tinggi dan bobot basah bibit serta serapan K dan Mg, sedangkan dosis 75% tidak menurunkan peubah pertumbuhan, dan dosis 100% cenderung menurunkan pertumbuhan bibit.
Penelitian juga menunjukkan limbah padat sawit memiliki protein kasar 12,63% dan energi 154 kal/100 gram. Ketersediaan limbah yang melimpah menjadikannya sumber nutrisi berkelanjutan untuk ternak dan pupuk organik.
Pemanfaatan limbah sawit memengaruhi ekonomi pedesaan karena petani dapat mengakses sumber daya lokal, menjalankan kegiatan ekonomi produktif, dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan.
Selain itu, limbah padat maupun cair membantu meningkatkan biodiversitas tanaman penutup tanah serta kualitas fisik dan kimia tanah, mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.
Pemanfaatan limbah sawit di sektor energi, pupuk, dan pakan ternak menjadi fokus penelitian di universitas dan balai penelitian, menunjukkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas.***