GAPKI Sumsel Luncurkan Gerakan Perempuan Setara untuk Tingkatkan Perlindungan Pekerja Sawit

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan resmi meluncurkan Gerakan Perempuan Setara untuk mendorong perlindungan pekerja sawit perempuan melalui seminar nasional, workshop, dan peluncuran program advokasi selama dua hari di Palembang.

BERITA

Arsad Ddin

1 Agustus 2025
Bagikan :

GAPKI Susel menggelar kegiatan Advokasi dan Perlindungan Pekerja Perempuan Perkebunan Sawit di Palembang, Rabu (30/7/2025). (Foto: Dok. GAPKI)

Palembang, HAISAWIT – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan menggelar kegiatan bertajuk Advokasi dan Perlindungan Pekerja Perempuan Perkebunan Sawit di Sumatera Selatan selama dua hari, Rabu (31/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari peluncuran Gerakan Perempuan Setara, yang diisi dengan seminar nasional, workshop, dan berbagai sesi dialog antar pemangku kepentingan.

Sebanyak 170 peserta hadir dalam acara ini, berasal dari unsur pemerintah, perusahaan anggota GAPKI, akademisi, organisasi pekerja, dan lembaga masyarakat sipil.

Ketua GAPKI Sumsel, Alex Sugiarto, membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya peran pekerja perempuan di sektor sawit nasional.

“Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi pekerja perempuan, mulai dari jam kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan sosial, hingga relasi gender yang belum setara,” ujar Alex, dikutip dari laman GAPKI, Jumat (01/8/2025).

Alex juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama mitra telah menyusun panduan perlindungan pekerja perempuan yang menjadi rujukan dalam kebijakan internal perusahaan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan arah gerakan ini untuk mendorong sistem kerja yang lebih inklusif dan berpihak pada kelompok perempuan di lingkungan usaha.

“Kami ingin mendorong kebijakan internal yang lebih inklusif, berpihak kepada pekerja perempuan, dan membentuk komunitas gender di lingkungan kerja,” katanya.

Dalam seminar nasional, hadir narasumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kementerian Ketenagakerjaan, serta organisasi pekerja seperti JAPBUSI.

Kegiatan juga menghadirkan sesi workshop bersama perwakilan dari International Labour Organization (ILO) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan perlindungan bagi perempuan di sektor sawit.

“Kesetaraan itu bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kesempatan dan perlindungan. Ini penting untuk keberlanjutan industri sawit,” ucapnya dalam sambutan.

Pada kesempatan tersebut, juga disematkan rompi kehormatan kepada dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, MM sebagai Duta GEBIE. Selain itu, diberikan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.000 pekerja informal perempuan di sektor sawit Sumsel.***

Bagikan :

Artikel Lainnya