
Acara penyaluran Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2025 untuk mahasiswa Riau dihadiri Gubernur Riau Abdul Wahid di Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru, Kamis (25/9/2025). (Foto: Mediacenter Riau)
Pekanbaru, HAISAWIT – Sebanyak 1.342 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Riau resmi menerima Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2025. Program ini didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit untuk memperkuat kualitas SDM di sektor strategis tersebut.
Beasiswa tersebut dialokasikan untuk mahasiswa Politeknik Kampar, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan, Universitas Pasir Pengaraian, Universitas Lancang Kuning, serta Politeknik Caltex Riau. Kelima kampus dinilai relevan dengan kebutuhan industri sawit nasional.
Gubernur Riau Abdul Wahid menghadiri kegiatan penyerahan beasiswa di Politeknik Caltex Riau, Kamis (25/9/2025). Ia menyampaikan pesan agar para penerima beasiswa mampu memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun prestasi dan integritas.
“Riau adalah salah satu lumbung sawit terbesar di Indonesia. Kita membutuhkan SDM unggul yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, menjaga kelestarian lingkungan, dan membawa sawit Riau semakin bermarwah,” ujar Abdul Wahid, dikutip dari Laman Media Center Riau, Jumat (26/9/2025).
Gubernur menambahkan bahwa program ini tidak sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi besar negara untuk masa depan generasi muda di sektor perkebunan.
“Kesempatan ini bukan hanya sekadar bantuan biaya pendidikan, tapi investasi besar negara untuk masa depan,” ucapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan industri global dengan kemampuan akademik, keterampilan praktis, dan karakter kuat.
“Kalianlah yang akan menjadi motor penggerak pengembangan sawit yang berkelanjutan dan bermarwah,” katanya.
Salah satu penerima beasiswa, Fadly Nugraha Rahmadi dari Politeknik Caltex Riau, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan ini.
“Beasiswa ini meringankan beban orang tua saya dan memberi semangat baru untuk belajar lebih giat. Saya ingin suatu hari bisa ikut berkontribusi mengembangkan industri sawit Riau agar lebih berkelanjutan,” ujar Fadly.
Program beasiswa ini dijalankan di puluhan lembaga pendidikan di berbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua Barat, dengan jenjang pendidikan D1 hingga S1. Sejak 2016, beasiswa serupa telah diberikan kepada 9.265 orang, dengan sekitar 3.910 di antaranya telah lulus.
Selain beasiswa, BPDP juga menyediakan fasilitas tambahan berupa uang saku, uang buku, sertifikat kompetensi, transportasi, hingga program magang di perkebunan besar. Penyaluran ini menjadi bagian dari target pengembangan SDM perkebunan yang mencapai 27 ribu orang pada tahun 2025.***