
ITB melaksanakan pelatihan budidaya larva BSF untuk pengelolaan sampah organik Desa Bitera Gianyar Bali, Sabtu (19/7/2025). (Foto: Dok. ITB)
Bali, HAISAWIT – Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan pelatihan dan pendampingan budidaya larva lalat hitam (Black Soldier Fly/BSF) bagi warga Desa Bitera, Kecamatan Gianyar, Bali, pada Sabtu (19/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan.
Pelatihan diikuti oleh 20 peserta, terdiri atas 15 masyarakat adat dan 5 pengurus Desa Bitera. Materi yang diberikan mencakup teori dasar tentang siklus hidup BSF, teknik budidaya larva, serta pemanfaatan hasil biokonversi seperti maggot basah, tepung maggot, minyak maggot, dan kasgot (pupuk organik).
Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik lapangan, mulai dari pemilahan sampah hingga pengelolaan kandang maggot. Demonstrasi lapangan ini memberikan pengalaman nyata dalam penerapan pengelolaan limbah organik secara mandiri.
Kepala tim pengabdian ITB, Ade Engkus Kusnadi, menyampaikan pengantar pelatihan. “Kami ingin membekali masyarakat dengan keterampilan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujar Ade Engkus Kusnadi, dikutip dari laman ITB, Jumat (29/8/2025).
Praktisi dari Koloni BSF Indonesia, Adi Akhmad Abdillah, memandu praktik lapangan. Pendekatan yang diterapkan menyesuaikan kondisi lokal sehingga peserta bisa langsung memanfaatkan sampah organik di lingkungan mereka.
Para dosen ITB yang terlibat mendampingi kegiatan dengan penjelasan teori dan praktik. Tim ini juga menyiapkan demonstration plot sebagai contoh budidaya BSF yang bisa diterapkan masyarakat setempat.
Ade Engkus Kusnadi menambahkan bahwa pengenalan BSF memiliki manfaat ganda. “Dengan mengenal budidaya BSF, masyarakat tidak hanya bisa mengelola sampah organik dengan lebih baik, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil budidayanya,” ujar Ade.
Kepala Kelurahan Bitera, I Kadek Karyana, menyambut baik kegiatan ini. Kegiatan dinilai mendukung program penanganan sampah organik di Kabupaten Gianyar, khususnya sesuai kebijakan pemilahan sampah dari sumber oleh pemerintah daerah.
Ir. Nyoman Sumantra, Kepala Bandesa Desa Adat Bitera, menuturkan pelatihan ini memberi peserta pengetahuan baru. Penerapan BSF diharapkan bisa meningkatkan wawasan terkait pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi dari produk maggot.
Kegiatan ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur Bali No. 47 Tahun 2019. Selain itu, kegiatan ini mendukung visi Gianyar BAGUS, yakni Bersih, Aman, Giat, Berbudaya, dan Sejahtera.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas praktisi, dan masyarakat desa ini membentuk sistem pengelolaan sampah organik yang mandiri. Demonstrasi lapangan dan praktik budidaya larva menjadi contoh konkret implementasi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.***