Airlangga Hartarto: Penguatan Ekspor Sawit Perlu Dukungan Sinergi Lintas Sektor

Ketua Dewan Pengarah BPDKS, Airlangga Hartarto, memimpin rapat terbatas di Kantor Kemenko Perekonomian. Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing ekspor sawit Indonesia.

BERITA

Arsad Ddin

29 Juli 2025
Bagikan :

Airlangga Hartarto memimpin rapat koordinasi terbatas bersama stakeholder BPDKS di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta (Foto: ig/airlanggahartarto_official)

Jakarta, HAISAWIT – Pemerintah menyorongkan langkah-langkah strategis untuk mendorong ekspor komoditas unggulan nasional, salah satunya kelapa sawit. Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto dalam unggahan di akun Instagram resminya beberapa waktu lalu.

Airlangga, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS), memimpin rapat koordinasi terbatas bersama para pemangku kepentingan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Dalam unggahan tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa penguatan daya saing ekspor memerlukan sinergi yang konkret dari berbagai sektor terkait.

"Kolaborasi dan sinergi lintas sektor terus kita perkuat guna mencapai target yang kita inginkan," ujar Airlangga, dikutip dari Instagram resmi Airlangga Hartarto, Selasa (29/07/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa sektor kelapa sawit merupakan bagian dari komoditas strategis yang terus didorong pengembangannya oleh pemerintah.

"Pemerintah akan terus mendorong berbagai komoditas unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan karet yang berdaya saing ekspor untuk terus kita tingkatkan," tulis Airlangga dalam unggahan yang sama.

Kegiatan rapat tersebut dilakukan dalam kapasitas Airlangga sebagai Ketua Dewan Pengarah BPDKS, yang membawahi sejumlah program pengelolaan dan pengembangan sawit berkelanjutan.

Rapat koordinasi digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh sejumlah pihak terkait yang menjadi bagian dari ekosistem pendukung industri sawit nasional.

Melalui forum itu, pemerintah ingin memperkuat kerja sama antara kementerian, lembaga, dan pelaku usaha dalam mendukung langkah hilirisasi dan ekspor komoditas perkebunan strategis.***

Bagikan :

Artikel Lainnya