Harga TBS kelapa sawit petani mandiri di Kabupaten Bangka terpantau stabil pada 26 Januari 2026. PT THEP Puding Besar mencatatkan harga beli tertinggi senilai Rp3.160 per kilogram di tengah variasi harga antar pabrik.
Arsad Ddin
27 Januari 2026Harga TBS kelapa sawit petani mandiri di Kabupaten Bangka terpantau stabil pada 26 Januari 2026. PT THEP Puding Besar mencatatkan harga beli tertinggi senilai Rp3.160 per kilogram di tengah variasi harga antar pabrik.
Arsad Ddin
27 Januari 2026
Bangka, HAISAWIT – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi petani mandiri di Kabupaten Bangka terpantau stabil pada Senin, 26 Januari 2026, dengan nilai jual tertinggi mencapai angka Rp3.160 per kilogram.
Pencapaian harga tertinggi tersebut tercatat di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) Puding Besar, sementara sejumlah perusahaan lain menetapkan harga bervariasi mengikuti kebijakan internal masing-masing.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Subhan, memberikan keterangan mengenai situasi perdagangan terkini yang menunjukkan tidak adanya fluktuasi signifikan pada seluruh pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut.
“Hari ini seluruh PKS di Bangka tidak mengalami kenaikan maupun penurunan harga,” ujar Subhan, dikutip dari rri.co.id, Selasa (27/01/2026).
Subhan menjelaskan bahwa meski harga beli saat ini sangat kompetitif bagi pekebun swadaya, setiap perusahaan memiliki standar penetapan harga yang berbeda-beda tergantung pada kualitas serta kondisi operasional internal perusahaan masing-masing.
“Kami akan terus melakukan update harga TBS petani mandiri di pabrik kelapa sawit,” jelasnya secara lugas saat memantau perkembangan nilai komoditas unggulan daerah tersebut.
Berdasarkan data lapangan, variasi harga di berbagai titik lokasi menunjukkan persaingan pasar yang sehat. Berikut adalah rincian harga beli pada beberapa perusahaan besar di wilayah Kabupaten Bangka:
Sejumlah pabrik lain seperti PT Mitra Agro Sembada (MAS) Labu menetapkan Rp2.990, PT Fenyen Agro Lestari (FAL) Bukit Layang Rp2.970, serta PT Gunung Maras Lestari (GML) Mabat sebesar Rp2.805.
Situasi pasar yang kondusif ini memberikan kepastian bagi para pekebun non-kemitraan dalam merencanakan masa panen. Wawan, seorang petani setempat, mengungkapkan rasa syukur atas terjaganya nilai jual tandan buah segar tersebut.
“Stabil untuk harga TBS sekarang, alhamdulillah bisa untuk menopang perekonomian keluarga dari hasil kebun sawit,” pungkasnya saat menceritakan dampak positif dari stabilitas harga sawit bagi kebutuhan rumah tangga.
Data Dinas Pangan dan Pertanian mencatat harga rata-rata secara keseluruhan saat ini berada pada level Rp3.018 per kilogram. Angka ini menunjukkan tren positif jika dibandingkan periode pertengahan Januari lalu.
Kenaikan bertahap terpantau sejak 15 Januari yang kala itu masih berada pada posisi Rp2.949. Hingga penghujung bulan ini, stabilitas harga menjadi indikator penting bagi ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bangka.***