Jangan Lewatkan HASI 2026, Forum Sawit Tempat Belajar Strategi Mitigasi Konflik dan Legalitas Lahan

Simposium industri sawit di Jakarta menghadirkan sesi khusus mengenai penyelesaian sengketa lahan melalui jalur mediasi. Kegiatan tersebut bertujuan membekali manajemen perusahaan dengan panduan praktis dalam menghadapi dinamika sosial dan regulasi agraria terbaru.

HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

12 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HaiSawit – Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 akan menyajikan pembahasan mendalam mengenai penyelesaian sengketa lahan dan penguatan legalitas perkebunan pada 22–23 April 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta.

Forum internasional ini menghadirkan praktisi hukum serta pimpinan perusahaan agribisnis dari Indonesia dan Malaysia. Kehadiran para pakar bertujuan memberikan solusi nyata bagi pengelola kebun dalam menghadapi dinamika sosial serta regulasi yang kompleks.

Peserta dapat mempelajari metode penanganan isu non-teknis yang sering menjadi penghambat produktivitas operasional di lapangan. Panitia menjadwalkan sesi khusus untuk membedah berbagai studi kasus sengketa lahan serta langkah-langkah preventif bagi manajemen perusahaan.

Fokus Penyelesaian Konflik dan Kemitraan

Simposium ini menekankan pentingnya harmonisasi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar melalui skema kemitraan yang berkelanjutan. Praktisi senior akan berbagi pengalaman terkait efektivitas pengelolaan tanggung jawab sosial dan penguatan relasi dengan para pemangku kepentingan.

  • Beberapa poin utama dalam materi mitigasi konflik dan aspek legal meliputi:
  • Prosedur pengamanan aset serta legalitas lahan sesuai regulasi agraria terbaru.
  • Strategi penyelesaian sengketa lahan melalui jalur mediasi dan musyawarah mufakat.

Optimalisasi program kemitraan plasma guna menjaga stabilitas operasional jangka panjang.

Pemenuhan standar sertifikasi keberlanjutan untuk memenuhi persyaratan pasar global.

Manajemen hubungan pemangku kepentingan menjadi bahasan krusial guna menjamin keamanan investasi di sektor perkebunan. Dengan pemahaman hukum yang baik, pemimpin unit dapat mengambil keputusan tepat dalam menjaga kelancaran aktivitas panen serta transportasi buah.

Pembaruan Teknologi dan Jaringan Profesional

HASI 2026 juga memfasilitasi diskusi mengenai penggunaan teknologi digital untuk monitoring area perkebunan secara akurat. Penggunaan drone dan sistem informasi geografis menjadi alat bantu penting bagi tim legal dalam memetakan batas wilayah kerja.

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) selaku penyelenggara menyediakan wadah bagi peserta untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber lintas negara. Sesi ini memungkinkan terjadinya pertukaran ilmu mengenai praktik terbaik dalam menjaga integritas lahan serta aset perusahaan.

Calon peserta dapat melakukan pendaftaran melalui kanal resmi Hai Sawit Indonesia (HSI) dengan rincian biaya sebagai berikut:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (1–31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Registrasi ini mencakup akses penuh ke seluruh sesi seminar, pameran teknologi, serta kegiatan jejaring profesional selama dua hari. HASI 2026 menjadi momentum penting bagi setiap pengelola kebun untuk memperkuat fondasi hukum serta stabilitas sosial perkebunan.***


Bagikan :

Artikel Lainnya