
Foto: BPDP
Jakarta, HAI SAWIT – Ekspor sawit Indonesia ke Afrika menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir, hal ini meningkatnya peran kawasan tersebut sebagai pasar penting bagi industri nasional.
Pertumbuhan permintaan minyak sawit di Afrika ikut memperkuat posisi Indonesia, terutama karena pola konsumsi minyak nabati di berbagai negara Afrika masih menempatkan minyak sawit sebagai pilihan utama.
Dilansir dari laman BPDP, Rabu (26/11/2025), volume ekspor sawit Indonesia ke Afrika naik dari sekitar 1,19 juta ton pada 2010 menjadi 3,7 juta ton pada 2023.
Kenaikan itu memberikan gambaran bahwa pasar Afrika semakin menyerap minyak sawit seiring meningkatnya populasi dan kebutuhan pangan, sekaligus menegaskan potensi besar kawasan tersebut bagi produsen dalam negeri.
Selain populasi yang mencapai lebih dari satu miliar jiwa, pasar Afrika memiliki karakter konsumsi yang kuat terhadap minyak sawit, sehingga menciptakan ruang lebih luas bagi ekspansi produk Indonesia.
Nilai ekonomi Afrika yang berada di kisaran US$3 triliun juga menjadi penopang tumbuhnya permintaan, memberi sinyal positif bagi pelaku industri sawit yang menargetkan diversifikasi pasar ekspor.
Hubungan historis antara Indonesia dan Afrika, termasuk jejak asal-usul tanaman kelapa sawit dari Afrika Barat, ikut membangun kedekatan perdagangan yang terus berkembang hingga saat ini.
Di samping itu, keberadaan minyak sawit Indonesia turut menjaga akses minyak nabati yang lebih terjangkau bagi masyarakat Afrika, terutama ketika harga minyak nabati global mengalami tekanan.
Kerja sama kawasan melalui African Continental Free Trade Area (ACFTA) semakin mempercepat arus perdagangan, membuka pintu bagi produk sawit Indonesia untuk menjangkau lebih banyak negara di Afrika.
Nigeria menjadi salah satu negara dengan prospek besar, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan posisinya sebagai negara berpenduduk terbesar di benua tersebut.
Dengan perkembangan ekspor sawit yang kian positif, peluang Indonesia di pasar Afrika terus meluas, menandai dinamika baru bagi industri yang berupaya memperkuat jangkauan di pasar global.***