Pemkab Lamandau Gerakkan Petani Sawit Jadi Motor Perkebunan Berkelanjutan

Pemerintah Lamandau mengajak petani sawit menjadi pelopor praktik berkelanjutan. Temu alumni Sekolah Lapangan Sawit menjadi wadah berbagi ilmu, inovasi, dan efisiensi produksi, sekaligus memperkuat peran petani plasma di Kalteng.

BERITA

Arsad Ddin

11 November 2025
Bagikan :

Pemkab Lamandau Gelar Temu Alumni Sekolah Lapangan Kelapa Sawit di Lamandau, Kamis (6/11/25). (Foto: Dok. Diskominfostandi Lamandau)

Lamandau, HAI SAWIT – Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng), mendorong peningkatan kapasitas petani kelapa sawit agar mampu mengelola perkebunan secara produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Fokus utama adalah membekali petani plasma dan mandiri dengan praktik budidaya modern.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Administrasi Pembangunan, Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau, Meigo Basel, saat mewakili Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dalam kegiatan Temu Alumni Petani Sekolah Lapangan Kelapa Sawit, di halaman Kantor Kecamatan Lamandau, Lamandau, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi petani sawit di Lamandau untuk memperkuat jejaring antaralumni, berbagi pengalaman, dan menyusun langkah bersama dalam meningkatkan produktivitas serta tata kelola perkebunan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Meigo Basel, program Sekolah Lapangan Kelapa Sawit disebut telah membawa dampak nyata bagi peningkatan kapasitas petani di Kalteng.

“Program Sekolah Lapangan Kelapa Sawit telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas petani, mulai dari teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, pengelolaan hama penyakit, hingga manajemen panen dan aspek kelembagaan,” ujar Meigo Basel, dikutip dari laman Diskominfostandi Lamandau, Selasa (11/11/2025).

Para alumni diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk memperbaiki sistem budidaya, pengelolaan lahan sawit plasma maupun mandiri, sekaligus meningkatkan efisiensi produksi di sektor perkebunan sawit Kalteng.

Temu alumni ini juga menjadi momen membangun inovasi dan strategi pengelolaan kebun sawit yang ramah lingkungan. Forum ini menekankan pentingnya praktik berkelanjutan untuk menjaga produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.

Bupati Lamandau melalui Meigo Basel juga mendorong seluruh petani sawit untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kolaborasi, dan membangun semangat berbagi ilmu antaranggota kelompok tani.

“Alumni Sekolah Lapangan Kelapa Sawit diharapkan mampu menjadi pelopor praktik perkebunan yang baik dan benar, berkelanjutan, serta ramah lingkungan. Selain itu, tingkatkan solidaritas dan semangat berbagi ilmu demi kemajuan bersama,” ujar Meigo Basel.

Pemkab Lamandau menegaskan perlunya sinergi antara petani, penyuluh, perusahaan sawit, dan lembaga pendamping untuk mempercepat peningkatan kapasitas SDM di sektor kelapa sawit. Keterlibatan berbagai pihak juga diharapkan memperkuat pengelolaan perkebunan plasma dan mandiri.

Gerakan kolektif ini diyakini akan menjadikan petani sawit Lamandau sebagai motor penggerak praktik perkebunan berkelanjutan di Kalteng, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kontribusi sektor sawit bagi perekonomian daerah.***

Bagikan :

Artikel Lainnya