
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar pendampingan sarpras perkebunan sawit di Nagari Sungai Pulai, Kecamatan Silaut. (Foto: Dok. Pessel)
Pesisir Selatan, HAI SAWIT – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyalurkan bantuan sarpras perkebunan sawit kepada Koperasi Langgeng Jaya Sejahtera di Nagari Sungai Pulai, Kecamatan Silaut, melalui program penguatan pekebun tahun 2025.
Program sarpras tersebut mencakup pembangunan Jalan Usaha Tani yang diperuntukkan bagi peningkatan akses pekebun sawit, termasuk pendampingan teknis yang melibatkan perangkat daerah di tingkat kabupaten dan provinsi.
Pembangunan jalan produksi itu dirancang untuk mempermudah mobilisasi hasil panen sawit serta mendukung stabilitas distribusi TBS bagi anggota koperasi di kawasan perkebunan Sungai Pulai.
Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Madrianto, menjelaskan tujuan pendampingan sarpras yang sedang berlangsung bagi koperasi dan kelompok tani yang bergerak di sektor sawit.
"Kami memastikan bahwa setiap bantuan digunakan sesuai peruntukannya dan memberi manfaat nyata bagi pekebun," ujar Madrianto, dikutip dari laman Pemkab Pesisir Selatan, Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan bahwa monitoring dan evaluasi turut dilakukan bersama Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat untuk memastikan progres pembangunan sarpras sawit berjalan sesuai rencana.
Pembangunan Jalan Usaha Tani di Nagari Sungai Pulai memiliki target sepanjang 3.100 meter, dengan progres awal sekitar 800 meter yang telah ditimbun koral sebagai tahap peningkatan akses sarana produksi sawit.
Madrianto juga menyatakan pentingnya kolaborasi kelembagaan pekebun dalam pemanfaatan sarpras, termasuk penguatan peran koperasi agar rantai produksi sawit di wilayah tersebut berjalan lebih efektif.
"Sinergi antara semua pihak menjadi kunci keberhasilan program ini," katanya.
Selain perbaikan akses jalan, sarpras perkebunan sawit yang disiapkan Pemkab Pessel bertujuan mendukung aktivitas distribusi dan menjaga efisiensi biaya produksi pekebun di Nagari Sungai Pulai.
Melalui program ini, pemerintah daerah membuka ruang bagi pekebun sawit untuk memperkuat kemitraan dengan unit usaha lain, khususnya dalam meningkatkan kapasitas produksi dan pengelolaan hasil panen.
"Saya berharap program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan perkebunan berkelanjutan di daerah ini," tutup Madrianto.
Pembangunan sarpras sawit di Nagari Sungai Pulai menjadi bagian dari upaya Pemkab Pessel memperbaiki akses produksi bagi pekebun, termasuk peningkatan kualitas jalan usaha tani sebagai fasilitas pendukung koperasi dalam pengelolaan kebun sawit.***