
Tim Ekspedisi Patriot Mentebah UGM menggelar audiensi dan penyampaian hasil kajian di Kapuas Hulu, Rabu (19/11/2025). (Foto: Tim Ekspedisi Patriot UGM)
Kapuas Hulu, HAI SAWIT – Upaya penguatan Kawasan Transmigrasi Mentebah mendapat dukungan akademik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui rangkaian kajian lapangan yang menitikberatkan pada peluang pengembangan ekonomi berbasis kelapa sawit. Tim Ekspedisi Patriot Mentebah menilai penguatan sektor ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Rekomendasi yang disusun tim selama tiga bulan kegiatan pengabdian dipaparkan kepada Pemkab Kapuas Hulu, DPRD, serta Kementerian Transmigrasi. Tim menilai akselerasi investasi sawit diperlukan untuk memperluas kesempatan usaha di kawasan transmigrasi Mentebah.
Tim Ekspedisi Patriot Mentebah merupakan kolaborasi UGM dan Kementerian Transmigrasi. Kegiatan dilakukan sejak pertengahan Agustus dengan fokus pada penguatan ekonomi rumah tangga, kepastian lahan, serta kebutuhan pelatihan komoditas unggulan, termasuk sawit.
Dalam sesi audiensi dengan DPRD Kapuas Hulu, tim menyampaikan evaluasi kondisi kawasan transmigrasi Mentebah. Pemodelan ekonomi sawit menjadi salah satu poin yang dibahas untuk mempercepat pertumbuhan wilayah.
Tim ini juga melakukan hearing dengan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, beserta jajaran Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi. Pertemuan ini membahas urgensi peningkatan kapasitas warga agar mampu terlibat dalam rantai nilai sawit.
Pada kesempatan berbeda, tim memaparkan perlunya program pelatihan berbasis komoditas unggulan transmigrasi. Paragraf ini adalah pengantar kutipan.
“Pelatihan ini tentunya disesuaikan dengan komoditas unggulan yang dimiliki kawasan transmigrasi. Mereka memerlukan pengetahuan, dan dinas diharapkan bisa menginisiasi penjajakan kerjasama dengan investor kelapa sawit untuk kawasan Kirin Nangka,” ujar Dwi Umi Siswanti, dikutip dari laman UGM, Kamis (20/11/2025).
Ruang lingkup riset tim juga mencakup pendampingan warga transmigrasi Mentebah. Paragraf ini menjadi pengantar untuk kutipan mengenai komitmen tim selama pengabdian.
“Selama melakukan pengabdian di kawasan transmigrasi di Kabupaten Kapuas Hulu, tim berkomitmen berjuang bersama warga transmigrasi guna meningkatkan kesejahteraan dan memperjuangkan hak-hak para transmigran agar status lahan pekarangan maupun lahan usaha bisa sebagai lahan hak milik,” ujar Ria Amelia.
Wakil Bupati Sukardi memberikan tanggapan atas hasil kajian tim, terutama terkait pengembangan komoditas daerah yang dinilai dapat menopang ekonomi kawasan transmigrasi. Ia menyinggung riset tanaman Keratom yang dilakukan tim.
“Kami cukup senang karena tim telah melakukan uji metabolit sekunder tanaman yang bernama latin Mitragyna specioca. Kita akan siapkan dokumen dan persyaratan paten tanaman ini agar bisa dikembangkan menjadi produk unggulan Kapuas Hulu,” ucap Sukardi.
Serangkaian temuan tersebut menjadi bagian dari laporan Output-1 Ekspedisi Patriot Mentebah. UGM menegaskan pentingnya akselerasi investasi sawit sebagai salah satu jalur penguatan ekonomi kawasan transmigrasi Mentebah yang tengah dipetakan bersama pemangku kepentingan di Kapuas Hulu.***