Disbunnak Kalsel Dukung Upaya Sertifikasi dan Akses Pasar Pekebun Swadaya

Uji publik penyusunan RAD-KSB Barito Kuala di Banjarmasin membahas penguatan tata kelola sawit melalui legalitas lahan, transparansi, kemitraan, dan penyelesaian konflik. Disbunnak Kalsel ikut berperan dalam proses ini, yang membuka peluang pendampingan, sertifikasi, dan akses pasar bagi pekebun swadaya.

BERITA

Arsad Ddin

5 Desember 2025
Bagikan :

Dinas Perkebunan dan Peternakan Barito Kuala menggelar uji publik penyusunan RAD-KSB, Selasa (02/12/2025). (Foto: Disbunnak Kalsel)

Barito Kuala, HAI SAWIT – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan hadir dalam uji publik penyusunan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Banjarmasin, Selasa (2/12).

Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Barito Kuala sebagai bagian dari penyusunan RAD-KSB. Disbunnak Kalsel hadir untuk mendukung penguatan koordinasi teknis dalam pengelolaan sawit berkelanjutan.

Dilansir dari laman Disbunnak Kalsel, Jumat (05/12/2025), RAD-KSB memiliki tujuan meningkatkan tata kelola lahan perkebunan, penguatan legalitas lahan, transparansi pengelolaan, kemitraan perusahaan dengan pekebun, serta penyelesaian konflik lahan.

RAD-KSB juga mendorong praktik produksi kelapa sawit yang mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya. Hal ini memastikan pembangunan perkebunan memberi manfaat luas, bukan hanya keuntungan ekonomi semata.

Penyusunan RAD-KSB melibatkan perangkat daerah, dinas teknis, pekebun swasta dan swadaya, asosiasi petani, serta masyarakat setempat. Pendekatan ini memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas pihak.

Kehadiran Disbunnak Kalsel memberi dukungan teknis sekaligus membuka peluang bagi pekebun swadaya untuk memperoleh pendampingan dan sertifikasi. Hal ini meningkatkan daya saing produk sawit lokal.

Upaya ini sejalan dengan strategi pemerintah daerah untuk memperluas akses pasar bagi pekebun swadaya, sekaligus menjaga praktik perkebunan agar tetap berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pendampingan pekebun swadaya meliputi penguatan kapasitas, pengelolaan lahan sesuai standar, serta penyesuaian praktik pertanian agar memenuhi persyaratan pasar modern.

RAD-KSB juga menjadi forum koordinasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pekebun. Pertemuan ini menekankan pentingnya kerja sama dalam mengelola perkebunan secara transparan.

Selain aspek produksi dan pasar, RAD-KSB membahas perlindungan lingkungan dan kualitas ekosistem, sehingga pengelolaan lahan sawit tidak merusak lingkungan sekitar.

Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin, dengan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk Disbunnak Kalsel dan instansi terkait Kabupaten Barito Kuala.***

Bagikan :

Artikel Lainnya