PT AAI mengirimkan 1.500 ton bungkil inti sawit dari Ketapang menuju Lampung menggunakan kapal KM Bahari 12. Aktivitas perdagangan antarwilayah ini bertujuan menyuplai bahan baku pakan ternak dengan standar mutu karantina.
Arsad Ddin
4 Februari 2026PT AAI mengirimkan 1.500 ton bungkil inti sawit dari Ketapang menuju Lampung menggunakan kapal KM Bahari 12. Aktivitas perdagangan antarwilayah ini bertujuan menyuplai bahan baku pakan ternak dengan standar mutu karantina.
Arsad Ddin
4 Februari 2026
Jakarta, HAISAWIT – Komoditas turunan kelapa sawit asal Kendawangan, Ketapang, kembali menjadi unggulan perdagangan antarwilayah melalui pengiriman 1.500 ton Palm Kernel Expeller (PKE) menuju Lampung pada Sabtu (01/02/2026) menggunakan kapal KM Bahari 12.
Pengiriman bungkil inti sawit dalam jumlah besar tersebut dilakukan oleh PT AAI guna memenuhi permintaan PT AJP di Lampung dengan estimasi nilai barang mencapai angka Rp1,5 miliar.
Dilansir dari laman Karantina Kalimantan Barat, Rabu (04/02/2026), sebanyak 1.500 ton PKE asal Kendawangan resmi meluncur menuju Lampung sebagai bahan baku utama industri pakan ternak nasional dengan nilai ekonomi tinggi.
Seluruh muatan produk turunan sawit tersebut harus menjalani pemeriksaan sangat ketat oleh petugas Karantina Kalimantan Barat dari Satuan Pelayanan (Satpel) Ketapang sebelum diizinkan berangkat meninggalkan pelabuhan asal.
Prosedur pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan setiap butir komoditas yang dikirim telah memenuhi persyaratan karantina serta bebas dari ancaman Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang berisiko bagi daerah tujuan.
Pemeriksaan fisik terhadap muatan 1.500 ton PKE dilakukan secara mendalam untuk menjamin kualitas standar mutu barang tetap terjaga sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Berikut adalah poin-poin utama dalam pengiriman komoditas turunan kelapa sawit tersebut:
Petugas Karantina Kalimantan Barat juga melakukan pengecekan kelengkapan dokumen administrasi serta pengawasan langsung pada saat proses pemuatan barang ke atas kapal dilakukan di pelabuhan Kendawangan guna menjaga keamanan hayati.
Langkah pengawasan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan daerah Ketapang agar daya saing produk sawit Indonesia tetap kuat di pasar domestik maupun internasional.
Tingginya volume pengiriman PKE ke Lampung mencerminkan produktivitas sektor perkebunan di wilayah Kendawangan yang sangat besar sekaligus menunjukkan peran strategis daerah tersebut dalam rantai pasok nasional.
Pemanfaatan PKE sebagai campuran bahan baku pakan ternak sangat diminati karena kandungan nutrisinya, sehingga permintaan terhadap komoditas ini meningkat signifikan di berbagai sentra peternakan di seluruh wilayah Indonesia.
Aktivitas perdagangan antarwilayah ini memicu pertumbuhan ekonomi daerah di Kalimantan Barat karena mampu menggerakkan sektor logistik, pelayaran, serta meningkatkan nilai tambah dari sisa proses pengolahan inti kelapa sawit.
Seluruh proses muat dan keberangkatan kapal dipastikan berjalan sesuai jadwal setelah mendapatkan sertifikat pelepasan dari pihak karantina yang menyatakan bahwa muatan tersebut layak dan aman untuk didistribusikan ke luar wilayah.
Keberhasilan pengiriman ini membuktikan bahwa sinergi antara pelaku usaha perkebunan dan petugas pengawas di lapangan mampu mempercepat arus distribusi barang unggulan daerah menuju pusat-pusat industri manufaktur di Pulau Sumatera***