Sulap Limbah Sawit, Mahasiswa Unair Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Mahasiswa Universitas Airlangga mengadakan sosialisasi pengolahan limbah minyak goreng sawit menjadi lilin aromaterapi di Desa Kemangi, Gresik. Kegiatan ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk bernilai guna.

BERITA

Arsad Ddin

5 Februari 2026
Bagikan :

 Demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. (Foto: UnairNews)

Gresik, HAISAWIT – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) mengubah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi melalui sosialisasi kreatif di Balai Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu (24/01/2026).

Program bertajuk JELARA ini melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta perangkat desa guna mengatasi persoalan limbah minyak goreng sawit rumah tangga agar tidak mencemari ekosistem perairan dan tanah di lingkungan sekitar.

Fakta data menunjukkan pentingnya pengolahan limbah ini karena konsumsi minyak sawit nasional periode Januari hingga September 2025 mencapai 18,5 juta ton, dengan 40 persen di antaranya berasal dari sektor pangan rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan proses penjernihan minyak menggunakan arang untuk menghilangkan bau menyengat sebelum dicampur dengan bahan pengeras berupa parafin serta pewarna dari krayon sisa guna menghasilkan produk lilin yang bernilai ekonomis.

Project Officer JELARA, Valerina, menjelaskan tujuan utama dari inisiatif pemanfaatan limbah minyak goreng tersebut sebagai langkah nyata dalam mendukung pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab di tingkat perdesaan.

“Proker JELARA hadir sebagai solusi kreatif mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan yang berguna bagi semua orang.” ujar Valerina, dikutip dari laman Unair News, Kamis (05/02/2026).

Demonstrasi pembuatan produk tersebut mencakup beberapa tahapan teknis yang harus diikuti oleh peserta sosialisasi agar menghasilkan kualitas lilin aromaterapi yang stabil dan memiliki aroma wangi yang sesuai dengan selera.

Berikut adalah rincian bahan dan tahapan yang digunakan dalam proses pengolahan limbah minyak goreng sawit tersebut:

  • Minyak jelantah yang telah direndam arang selama semalam.
  • Bahan pengeras berupa parafin dengan perbandingan campuran satu banding satu.
  • Pewarna dari krayon sisa dan sumbu dari benang kasur.
  • Tambahan minyak atsiri (aromatic essence) sebagai bahan pengharum.

Proses pelarutan dilakukan dengan memasak campuran minyak dan parafin hingga cair sempurna sebelum dimasukkan ke dalam wadah gelas bekas yang telah dipasangi sumbu tegak lurus pada bagian tengah cairan tersebut.

Warga setempat memberikan respons positif dengan memberikan saran tambahan berupa penggunaan aroma kemangi agar produk lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki ciri khas identitas Desa Kemangi sebagai produk unggulan lokal masa depan.

Inisiatif mahasiswa UNAIR ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang fokus pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor dua belas mengenai konsumsi dan produksi sadar lingkungan.

Limbah minyak goreng sawit yang tidak dikelola dengan benar diketahui dapat merusak estetika lingkungan serta menimbulkan aroma tidak sedap jika dibuang secara langsung ke saluran pembuangan air milik warga desa.***

Bagikan :

Artikel Lainnya