Sumsel Bidik Pasar Peru, Karantina Perketat Pengawasan Benih Sawit Unggul

Karantina Sumatera Selatan memperketat pengawasan produksi benih kelapa sawit varietas unggul di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Langkah ini bertujuan memastikan kualitas komoditas memenuhi standar teknis internasional untuk keperluan ekspor menuju negara Peru.

BERITA

Arsad Ddin

3 Februari 2026
Bagikan :

(Foto: Karantina Sumatera Selatan)


Ogan Komering Ilir, HAISAWIT – Karantina Sumatera Selatan (Sumsel) memperketat pengawasan produksi benih kelapa sawit di Kebun Surya Adi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), guna menjamin mutu komoditas ekspor tujuan Peru, Selasa (27/01/2026).

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, memimpin langsung peninjauan proses pemuliaan tanaman pada fasilitas milik PT Bina Sawit Makmur (BSM) tersebut untuk memastikan kesiapan distribusi benih unggul ke pasar internasional.

Pengawasan intensif ini mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari proses perkawinan silang pohon induk hingga penyiapan benih (seed preparation) sebelum dikirim menuju unit pemrosesan akhir atau langsung ke negara tujuan.

Langkah verifikasi lapangan dilakukan secara mendetail untuk menjamin bahwa setiap butir benih yang diproduksi memenuhi standar teknis kesehatan tanaman serta persyaratan ketat yang diminta oleh otoritas karantina pemerintah negara Peru.

Sri Endah menjelaskan bahwa integrasi sistem pemantauan pada sektor hulu perkebunan merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan konsumen mancanegara terhadap kualitas produk perkebunan strategis asal wilayah Sumatera Selatan.

“Penguatan pengawasan dari hulu hingga hilir menjadi kunci agar benih kelapa sawit asal Sumatera Selatan memiliki daya saing global dan dipercaya pasar internasional,” ujar Sri Endah, dikutip dari laman Karantina Sumatera Selatan , Selasa (03/02/2026). Kegiatan pemantauan di lapangan juga

mengamati teknik perkawinan antara varietas Pisifera jantan dan Dura betina yang menghasilkan jenis Tenera, sebuah varietas unggul dengan karakteristik produktivitas minyak dan daya tumbuh tinggi.

Petugas karantina memeriksa secara saksama setiap tahap di Unit Persiapan Benih (Seed Preparation Unit) untuk menyeleksi material tanaman berdasarkan parameter kesehatan, standar mutu fisik, serta tingkat keseragaman pertumbuhan calon bibit.

Pemeriksaan tersebut bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat menghambat jalur perdagangan internasional serta merugikan ekosistem perkebunan di wilayah domestik maupun negara penerima ekspor benih tersebut.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait pengawasan benih kelapa sawit di Sumatera Selatan:

  • Fokus pengawasan meliputi aspek kesehatan benih dan pemenuhan dokumen persyaratan teknis internasional.
  • Varietas Tenera menjadi komoditas utama yang dipersiapkan untuk memenuhi permintaan perkebunan di Peru.
  • Seleksi ketat dilakukan pada tahapan pascapanen sebelum benih memasuki Unit Pemrosesan Benih (Seed Processing Unit).
  • Karantina memberikan dukungan teknis guna memastikan kelancaran arus ekspor komoditas non-migas dari pelabuhan setempat.

Selain aspek pengawasan fisik, otoritas karantina mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi vokasi yang memiliki spesialisasi khusus pada bidang perkebunan kelapa sawit.

Indonesia saat ini telah memiliki pusat pendidikan seperti Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) Bekasi, Politeknik Kampar, hingga Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER).

Ketersediaan tenaga ahli dari institusi pendidikan tersebut menopang keberlanjutan industri benih nasional dalam menghasilkan inovasi teknologi pemuliaan tanaman yang mampu bersaing ketat di tengah dinamika perdagangan minyak nabati dunia.***

Bagikan :

Artikel Lainnya