
Kunjungan kerja Konsul Jenderal Jepang ke Provinsi Riau dalam rangka memperbarui komitmen investasi dan memperkuat hubungan bilateral yang sudah terjalin antar kedua pihak, Senin (19/1/2025). (Foto: mediacenter.riau.go.id)
Pekanbaru, HAISAWIT – Pemerintah Jepang memperkuat infrastruktur logistik minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) melalui pembangunan dermaga ekspor di Pelabuhan Dumai guna mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan Provinsi Riau.
Langkah strategis tersebut terungkap saat Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Medan melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk memperbarui berbagai kesepakatan kerja sama investasi yang sudah berjalan lama.
Consul General Furugori Toru menjelaskan bahwa sinergi bilateral ini bertujuan menjaga stabilitas hubungan ekonomi, terutama pada sektor pembangunan fasilitas publik dan infrastruktur pendukung industri yang menguntungkan kedua belah pihak secara signifikan.
"Kami berharap kerja sama yang telah terjalin antara Jepang dengan Provinsi Riau dapat terus berlangsung dan berkembang," ujar Toru, dikutip dari laman Mediacenter Riau, Selasa (20/01/2026).
Selain pembangunan dermaga, kerja sama merambah pada sektor teknologi lingkungan melalui kolaborasi antara perusahaan asal Prefektur Ehime dengan pelaku industri perkebunan negara untuk mengoptimalkan penanganan limbah hasil produksi sawit.
"Kemudian, proyek untuk Program Gerakan Masyarakat dalam Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Program JICA). Sebuah perusahaan di Prefektur Ehime juga sedang melakukan uji coba dengan Perkebunan Nusantara V di Kabupaten Kampar untuk mengembangkan sistem pengolahan berteknologi tinggi untuk limbah pabrik kelapa sawit," ungkapnya.
Proyek teknologi tinggi di Kabupaten Kampar tersebut menjadi bagian integral dari rencana dekarbonisasi yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru serta Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama mitra dari Kota Kawasaki.
Beberapa poin penting dalam agenda kerja sama Jepang di Riau meliputi:
- Pembangunan infrastruktur dermaga khusus ekspor CPO di Dumai.
- Uji coba pengolahan limbah pabrik kelapa sawit (PKS) berbasis teknologi.
- Program pemulihan lahan gambut bersama Universitas Riau (UNRI).
- Mitigasi kebakaran hutan melalui skema Japan International Cooperation Agency (JICA).
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Syahrial Abdi, memberikan respons positif atas laporan keberadaan investasi serta aktivitas warga negara asing yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah penghasil sawit ini.
"Mereka melaporkan ada tiga perusahaan Jepang yang beroperasi di Provinsi Riau dan juga jumlah warga Jepang yang berdomisili di Riau. Yang artinya ini menjadi pengawasan kita," ujar Syahrial memberikan penjelasan.
Pemerintah daerah saat ini menawarkan peluang investasi baru pada kawasan industri yang sudah diajukan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian demi memperluas jangkauan kerja sama selain sektor pendidikan dan lingkungan.
Sinergi riset antara Universitas Kyoto dan UNRI mengenai pengelolaan lahan gambut akan dikembangkan agar manfaat ilmunya tersebar ke berbagai perguruan tinggi di kabupaten dan kota yang memiliki kawasan lindung luas.***