Sistem Informasi ISPO Akan Hadirkan Pelacakan Produk Sawit Secara Real-Time

Pemerintah menyiapkan Sistem Informasi ISPO untuk menghadirkan pelacakan produk sawit secara real-time. Platform ini menghubungkan data perkebunan, sertifikasi, dan perdagangan guna memperkuat transparansi serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk sawit Indonesia.

BERITA

Arsad Ddin

14 November 2025
Bagikan :

Ilustrasi Brondolan Sawit (Foto: Hai Sawit/Arsad Ddin)

Bali, HAI SAWIT – Pemerintah menyiapkan Sistem Informasi ISPO untuk memperkuat transparansi tata kelola sawit nasional. Upaya ini menjadi bagian dari langkah memperkuat sertifikasi dan memastikan alur produk tersaji lebih akurat.

Pengembangan sistem tersebut disampaikan dalam The 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook di Bali. Pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk mendorong peningkatan kualitas sertifikasi sawit melalui platform digital.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan arah penguatan kebijakan ISPO melalui integrasi data yang lebih komprehensif. Ia menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menghubungkan informasi perkebunan, sertifikasi, dan perdagangan sawit secara menyeluruh.

“Kami juga sedang mempersiapkan Sistem Informasi ISPO, yang menghubungkan data perkebunan, sertifikasi, dan perdagangan,” ujar Menko Airlangga, dikutip dari laman Kementerian Perekonomian RI, Jumat (14/11/2025).

Ia kemudian menjelaskan manfaat utama dari sistem digital tersebut bagi industri sawit. Menurutnya, sistem baru ini akan memperluas akses data bagi pemangku kepentingan dan memperkuat kepercayaan pasar internasional.

“Sistem ini juga meningkatkan transparansi dan memungkinkan pelacakan produk secara real-time,” ucap Menko Airlangga.

Di sisi lain, penyiapan Sistem Informasi ISPO dilakukan bersamaan dengan penerapan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi ini memperbarui tata kelola sertifikasi sawit nasional agar mengikuti standar keberlanjutan global.

Penguatan sertifikasi sawit menjadi bagian dari strategi hilirisasi yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mengarahkan industri agar konsisten meningkatkan nilai tambah dan memperluas jangkauan produk olahan sawit.

Penerapan teknologi digital dalam sertifikasi ISPO dipandang sebagai langkah memperkuat daya saing. Sistem ini akan memudahkan pemantauan rantai pasok sawit, sekaligus mendukung proses verifikasi yang lebih terstruktur.

Dalam IPOC 2025 turut menjadi ruang bagi pemerintah menyampaikan pembaruan kebijakan di sektor sawit. Forum ini mempertemukan pelaku industri dengan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kebijakan perdagangan sawit global.

Seiring berjalannya implementasi Perpres 16/2025, pengembangan Sistem Informasi ISPO menjadi salah satu fokus teknis pemerintah. Sistem tersebut disiapkan sebagai instrumen peningkatan tata kelola sawit yang dapat dipantau secara real-time oleh berbagai pihak.***

Bagikan :

Artikel Lainnya