
Foto: agrinaspalma.co.id
Jakarta, HAI SAWIT – Rekrutmen 2025 PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mencatat lonjakan minat dari kalangan profesional. Tanpa kampanye pencitraan masif, perusahaan membentuk bank talent berskala besar sebagai fondasi penguatan sumber daya manusia.
Minat tersebut tercermin dari perbandingan kebutuhan tenaga kerja dengan jumlah kandidat yang terdata, mulai dari level general manager, manajer, hingga staf. Seluruhnya dipersiapkan untuk menopang ekspansi lahan dan peningkatan kinerja operasional perusahaan.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Agrinas Palma Nusantara, Memed Kosasih Setia Putra, menjelaskan bahwa bank talent dirancang agar perusahaan dapat merespons kebutuhan tenaga kerja secara cepat dan terukur.
“Tidak perlu lagi interview dari awal. Mereka sudah melewati proses,” ujar Memed Kosasih Setia Putra, dikutip dari laman Agrinas Palma Nusantara, Jumat (02/02/2026).
Data perusahaan menunjukkan, kebutuhan general manager sebanyak 120 orang direspons 808 kandidat berpengalaman. Untuk posisi manajer, kebutuhan 209 orang diikuti 844 pendaftar potensial.
Pada level staf, kebutuhan mencapai 4.490 orang, sementara bank talent mencatat 18.574 nama. Ketersediaan tersebut memberi ruang bagi perusahaan menyiapkan sumber daya manusia sebelum ekspansi berjalan.
Selain rekrutmen, perusahaan memperkuat pengelolaan sumber daya manusia melalui penyelarasan budaya kerja dan penyusunan program pengembangan kepemimpinan berjenjang di seluruh lini organisasi.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Agrinas Palma Nusantara menambahkan bahwa keseragaman pola pikir dan arah kerja menjadi kunci dalam proses transformasi internal perusahaan.
“Pemikiran sama, tujuan sama, budaya sama. Itulah yang membuat transformasi bergerak,” ujarnya.
Penguatan kapasitas karyawan dilakukan melalui masa orientasi, pelatihan teknis, sertifikasi wajib, program suksesi, serta specialist training bagi mandor, asisten, hingga manajer operasional.
“Kita optimis. Sumber daya ada, kebun ada. Tinggal kita perkuat SDM dan memastikan semua pihak mendukung,” kata Memed.
Sejumlah program pelatihan mandor telah dilaksanakan di Kalimantan Barat dan disiapkan berlanjut ke Riau serta Sumatera Utara, disertai pelatihan operator pabrik kelapa sawit dan skema mentoring tahunan.***