Puluhan Pengurus Koperasi Sawit Kobar Ikuti Bimtek Hilirisasi, Siapkan Pabrik di Pangkalan Bun

Puluhan pengurus koperasi sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat mengikuti Bimtek hilirisasi di Hotel Mercure Pangkalan Bun. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Disperindagkop UKM Kobar, LPDB, Agriterra, dan Kementerian Koperasi. Forum ini menjadi ajang membahas rencana pembangunan pabrik pengolahan sawit oleh koperasi setempat.

BERITA

Arsad Ddin

3 Oktober 2025
Bagikan :

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar Bimtek hilirisasi sawit bagi pengurus koperasi di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Jumat (26/9). (Foto: MMC Kobar)

Kobar, HAISAWIT - Puluhan pengurus koperasi sawit dari Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Jumat (26/9). Acara mengangkat tema pengembangan usaha melalui hilirisasi komoditas unggulan.

Bimtek ini dihadiri narasumber dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), NGO Agriterra, serta Kementerian Koperasi.

Kegiatan difokuskan pada strategi hilirisasi sawit berkelanjutan. Materi meliputi peningkatan nilai tambah produk, model kemitraan antara koperasi dan industri pengolahan, hingga pengelolaan lingkungan yang relevan dengan praktik usaha koperasi.

Salah satu agenda penting adalah pembahasan rencana kerja sama koperasi primer Merah Putih dengan pabrik kelapa sawit yang akan dibangun di wilayah Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya. Rencana ini menjadi perhatian utama para peserta.

Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, Alfan Khusnaini, menyampaikan pandangannya terkait pentingnya bimtek tersebut untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam mempersiapkan hilirisasi.

“Kami berharap para peserta mampu mengelola usaha secara profesional, menjaga mutu produk, dan memperluas jaringan pemasaran agar koperasi benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat,” ujar Alfan, dikutip dari laman MMC Kobar, Jumat (3/10/2025).

Selain materi hilirisasi, LPDB dan Agriterra turut memaparkan model pembiayaan, dukungan teknis, serta skema pendampingan. Informasi ini diberikan agar pembangunan pabrik pengolahan sawit bisa berjalan efektif sekaligus memenuhi standar keberlanjutan.

Kegiatan ini juga dihadiri Kabid Koperasi Mulyadi bersama jajaran Disperindagkop UKM Kobar. Forum tersebut dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyiapkan rencana tindak lanjut bersama.

Beberapa tindak lanjut yang dibicarakan di antaranya penyusunan rencana bisnis bersama, studi kelayakan pembangunan pabrik, dan pembahasan mengenai skema kemitraan koperasi dengan pihak industri.

Melalui Bimtek ini, para pengurus koperasi merumuskan langkah konkret yang berkaitan dengan hilirisasi sawit. Pangkalan Bun menjadi tempat awal persiapan kerja sama dan perencanaan pembangunan pabrik yang digagas Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya.***

Bagikan :

Artikel Lainnya