
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) dan Universitas Sebelas Maret menggelar kegiatan Bedah Buku Mitos vs Fakta Kelapa Sawit di Aula Gedung 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Solo, Jumat (11/10/2025). (Foto: BPDP)
Solo, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Bedah Buku Mitos vs Fakta Kelapa Sawit di Aula Gedung 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Solo, Jumat (11/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyebaran informasi positif tentang sawit di kalangan mahasiswa. Selain bedah buku, juga diselenggarakan lomba konten kreatif sawit yang mencakup kategori video pendek dan infografis dengan peserta dari berbagai universitas di Indonesia.
Lomba yang berlangsung pada 13–30 September 2025 itu diikuti lebih dari 25 tim mahasiswa dari UNS, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Jember. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam mengemas pesan positif tentang sawit.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan bahwa dukungan kepada mahasiswa menjadi bagian dari strategi memperkuat UMKM berbasis sawit melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Dukungan kepada UMKM sawit juga merupakan bagian dari upaya untuk terus melawan black campaign dengan mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit melalui pemanfaatan beragam produk sawit dan turunannya,” ujar Helmi, dikutip dari laman BPDP, Kamis (16/10/2025).
Helmi menambahkan, BPDP bekerja sama dengan UNS dan Universitas Jambi untuk mendorong lahirnya wirausaha muda yang bergerak di bidang produk turunan sawit. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan, riset, dan pendampingan wirausaha mahasiswa.
“Bersama dengan UNS dan Universitas Jambi, BPDP mendorong adanya usaha rintisan UMKM Sawit yang diinisiasi oleh mahasiswa,” ucapnya.
Dari kolaborasi tersebut, sejumlah inovasi produk berbasis sawit mulai bermunculan di kalangan mahasiswa. Produk-produk itu menunjukkan potensi besar sawit sebagai bahan baku bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.
“Beberapa produk dihasilkan dari kegiatan ini seperti briket aroma, sentalara, palmscrub dan palmaroma produk-produk inovatif berbahan sawit,” kata Helmi.
Ia menuturkan, pengembangan produk turunan sawit oleh mahasiswa sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekonomi domestik. Produk UMKM sawit diyakini berperan dalam peningkatan konsumsi dalam negeri dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Hasil produk UMKM sawit dapat mendukung program presiden Prabowo Subianto, untuk pertumbuhan ekonomi 8 persen, lewat peningkatan konsumsi dalam negeri melalui barang-barang yang dikonsumsi berasal dari produk dalam negeri khususnya dari UKMK sawit,” ujar Helmi.
Selain perwakilan BPDP dan PASPI, kegiatan tersebut juga menghadirkan dosen-dosen dari Universitas Sebelas Maret sebagai narasumber. Mereka memaparkan beragam perspektif mulai dari aspek sosial ekonomi, struktur pasar, hingga nilai gizi produk sawit yang diolah secara tepat.***