
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno dan Wakil Menteri Luar Negeri Bulgaria Nikolay Pavlov menggelar pertemuan bilateral di Jakarta, Kamis (30/10/2025). (Foto: Dok. Kemlu RI)
Jakarta, HAISAWIT - Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Bulgaria untuk mengembangkan industri hilir kelapa sawit. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno dan Wakil Menteri Luar Negeri Bulgaria Nikolay Pavlov di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang telah berjalan hampir tujuh dekade. Fokus pembahasan diarahkan pada potensi kerja sama di sektor industri, investasi, dan perdagangan strategis, termasuk pengolahan produk turunan sawit.
Dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Minggu (2/11/2025), Wamenlu Havas mengusulkan agar Indonesia dan Bulgaria menjajaki pengembangan industri hilir kelapa sawit di kawasan industri Bulgaria. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada fasilitas penyulingan di Rotterdam yang selama ini menjadi jalur utama ekspor produk sawit Indonesia ke Eropa.
Usulan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok industri sawit di kawasan Eropa Timur. Bulgaria dinilai memiliki posisi strategis dengan pelabuhan besar seperti Varna dan Burgas di Laut Hitam.
Kawasan industri di Bulgaria juga disebut menawarkan infrastruktur memadai serta insentif investasi yang menarik bagi pengolahan produk agribisnis, termasuk sawit. Potensi ini memberi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat jaringan ekspor produk hilir berbasis sawit ke negara-negara Eropa Timur dan Balkan.
Selain sektor sawit, kedua negara juga membahas peluang kerja sama di bidang teknologi informasi, ekonomi digital, pertahanan, dan pendidikan tinggi. Pembahasan ini diharapkan membuka ruang sinergi ekonomi yang lebih luas antara Jakarta dan Sofia.
Kedua wakil menteri juga sepakat memperbarui agenda Komisi Ekonomi Bersama (Joint Economic Commission/JEC) yang terakhir kali digelar pada 2018. Pertemuan berikutnya direncanakan berlangsung pada 2026, bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Bulgaria.
Dalam sesi ekonomi, Bulgaria menyampaikan bahwa negara tersebut akan mulai menggunakan mata uang Euro pada 1 Januari 2026. Perubahan itu diyakini dapat memperkuat daya tarik investasi asing, termasuk potensi kemitraan dengan sektor industri sawit Indonesia.
Selain itu, Bulgaria saat ini berada di tahap akhir proses aksesi ke OECD, dengan 17 dari 25 komite telah diselesaikan. Kemajuan ini dinilai dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih stabil bagi pengembangan investasi jangka panjang.
Usai pertemuan di Jakarta, Wamenlu Pavlov melanjutkan kunjungan ke Denpasar, Bali, untuk menghadiri kegiatan budaya bertema Cultural Heritage of Romanian Bulgarians. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas jalinan kerja sama sosial dan ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria.***