Menjaga Iklim Usaha Kalimantan, KPPU dan Untan Perkuat Riset Sawit dan Analisis Persaingan Usaha

KPPU bersama Universitas Tanjungpura memperkuat kerja sama riset sawit dan analisis persaingan usaha guna menjaga iklim usaha Kalimantan. Kolaborasi ini mencakup penyusunan kajian ilmiah, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik yang mendukung pengawasan ekonomi regional.

BERITA

Arsad Ddin

7 Desember 2025
Bagikan :

KPPU dan FEB Universitas Tanjungpura melaksanakan Pertemuan Strategis Penguatan Iklim Usaha Kalimantan di Pontianak, Kamis (04/12/2025). (Foto: Dok. KPPU)

Pontianak, HAI SAWIT – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggandeng Universitas Tanjungpura (Untan) untuk memperkuat riset sawit dan analisis persaingan usaha di Kalimantan melalui pembahasan kerja sama strategis pada Kamis (04/12/2025).

Pertemuan berlangsung antara jajaran Komisioner KPPU dan pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan untuk merumuskan langkah akademik yang selaras dengan kebutuhan pengawasan ekonomi di wilayah tersebut.

Pembahasan dipimpin Anggota KPPU Eugenia Mardanugraha dan Budi Joyo Santoso bersama Kepala Kantor Wilayah V KPPU, Fisika Yuniawan Andriyanto, yang menghadirkan pemetaan awal mengenai ruang kerja sama lanjutan.

“Kami tengah memfinalisasi Kerangka Acuan Kerja (TOR) untuk kajian mendalam. Fokusnya sangat relevan dengan dinamika ekonomi regional Kalimantan, yakni isu persaingan usaha di industri sawit serta kebijakan Koperasi Merah Putih. Hasil riset ini nantinya akan menjadi amunisi penting bagi KPPU dalam merumuskan saran dan pertimbangan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Budi, dikutip dari laman KPPU, Minggu (07/12/2025).

Pilihan fokus riset sawit muncul karena wilayah Kalimantan memiliki peranan strategis dalam produksi nasional, sehingga dinamika kemitraan inti-plasma menjadi aspek penting yang perlu dipahami secara empiris.

KPPU menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi kunci sebagai pusat pengembangan pemikiran yang mampu memperkuat kualitas analisis persaingan usaha melalui pendekatan akademik yang sistematis.

“Kemitraan dengan Untan adalah upaya menyiapkan generasi yang tidak hanya paham teori ekonomi, tetapi juga memiliki integritas terhadap prinsip persaingan usaha yang sehat. Ini adalah fondasi untuk mengawal transformasi ekonomi daerah,” tegas Eugenia.

Implementasi akademik akan dimulai dari penyusunan modul ajar yang memasukkan isu persaingan usaha dalam mata kuliah relevan agar pemahaman mahasiswa tumbuh berdasarkan analisis berbasis data.

Selain modul ajar, rencana kuliah umum pada 2026 turut disiapkan untuk mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan sebagai bagian dari penguatan literasi persaingan usaha.

Prof. Eddy Suratman dari Untan menyampaikan bahwa kerja sama ini memberi peluang bagi kampus untuk terlibat langsung dalam isu strategis yang berkembang di wilayah Kalimantan.

“Ini adalah simbiosis mutualisme. Kapasitas akademik kami terasah dengan kasus nyata, sementara regulator mendapatkan landasan teoritis yang kuat,” ungkap Prof. Eddy Suratman.

Kolaborasi ini membuka ruang bagi penyusunan kajian berbasis data yang dapat digunakan KPPU sebagai dasar langkah pengawasan serta penyampaian pertimbangan kebijakan di sektor sawit.

Agenda penguatan riset dan pendidikan ini menjadi bagian dari upaya KPPU dan Untan dalam menjaga iklim usaha Kalimantan melalui metode analitis yang lebih terstruktur dan terukur.***

Bagikan :

Artikel Lainnya