
Ilustrasi Peta Kebun Sawit - HaiSawit/Arsad Ddin
Jakarta, HAI SAWIT - Kelapa sawit menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional dalam agenda Indonesia Emas 2045, melalui perbaikan produktivitas kebun, perluasan hilirisasi, penguatan petani, dan kontribusi terhadap ekspor global.
Industri sawit menopang sekitar 16 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir, dengan luas perkebunan lebih dari 16 juta hektare yang dikelola petani swadaya, perusahaan swasta, serta badan usaha milik negara.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Surjadi, memaparkan persoalan sosial dalam industri sawit yang berkaitan dengan kesejahteraan petani swadaya, keterbatasan luas lahan, serta akses terhadap pupuk, permodalan, teknologi, dan kelembagaan.
“Industri sawit tidak akan berkelanjutan tanpa kesejahteraan petani,” ujar Surjadi, dikutip dari laman Indonesia Palm Oil Stategic Studies (IPOSS), Selasa (30/12/2025).
Dari sisi produktivitas, data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat rata-rata hasil nasional masih di bawah empat ton per hektare, sementara kebun besar mampu mencapai sekitar enam ton per hektare.
Melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat, pemerintah mendorong peningkatan hasil kebun rakyat dua hingga tiga kali lipat, seiring keunggulan efisiensi lahan sawit yang menghasilkan minyak nabati delapan sampai sepuluh kali lebih tinggi.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, memandang transformasi industri sawit bertumpu pada penguatan sektor hulu sebagai dasar hilirisasi, disertai efisiensi rantai pasok, digitalisasi, dan perluasan pasar ekspor.
“Hilirisasi tidak akan kuat jika hulunya lemah,” ujar Eddy.
Dalam perdagangan global, ekspor sawit Indonesia mencapai lebih dari USD 20 miliar dan menguasai hampir 48 persen pasar dunia, diperkuat kewajiban sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025.
Di luar ekspor, kelapa sawit juga berperan dalam penyediaan energi nasional, dengan sekitar 40 persen komposisi biodiesel Indonesia berasal dari bahan baku sawit.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat lebih dari 200 produk turunan sawit telah dikomersialisasikan, meliputi kebutuhan pangan, kosmetik, serta berbagai aplikasi energi terbarukan.***